ORINEWS.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menemui langsung para mahasiswa yang menggelar aksi di teras depan lobi Kantor Gubernur Aceh, Senin (4/5/2026). Pertemuan tersebut berlangsung setelah massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Aceh menyampaikan protes terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan yang berfokus pada kekhawatiran terhadap implementasi kebijakan JKA terbaru, khususnya terkait akses layanan kesehatan dan potensi kendala administratif di lapangan.
Tak lama setelah mahasiswa dan massa aksi menyampaikan orasi, M. Nasir bersama sejumlah asisten serta pejabat eselon II dan Juru Bicara Pemerintah Aceh turun langsung menemui para demonstran. Sekda memberikan penjelasan terkait Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh sekaligus meredam kekhawatiran yang berkembang.
Dalam keterangannya, M. Nasir meminta masyarakat untuk memberikan waktu kepada pemerintah dalam menjalankan kebijakan tersebut. Menurutnya, sebuah regulasi membutuhkan proses implementasi sebelum dapat dinilai secara utuh.
“Kami meminta diberikan waktu kepada pemerintah untuk menjalankan Pergub ini. Kita harus jalankan terlebih dahulu, baru bisa melihat apakah diperlukan evaluasi atau penyesuaian,” ujar M. Nasir di hadapan massa aksi.
Dalam penjelasan lebih lanjut kepada awak media di sela aksi demonstrasi, Sekda Aceh menjelaskan bahwa Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA baru berjalan selama empat hari sejak diberlakukan. Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah terus melakukan pemantauan dan evaluasi, terutama di sejumlah rumah sakit.
“Hingga saat ini, dari hasil evaluasi awal di sebagian besar rumah sakit, tidak ditemukan kendala terkait penerimaan pasien. Artinya, layanan kesehatan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Sekda menegaskan bahwa selama ini masyarakat Aceh telah mendapatkan pembiayaan layanan kesehatan dari berbagai skema, termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) hingga jalur mandiri. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk memastikan kesinambungan layanan tersebut tanpa mengurangi hak masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu.
M. Nasir juga mengakui bahwa proses penyempurnaan data masih terus dilakukan, mengingat validitas data menjadi faktor penting dalam menjamin ketepatan sasaran program. Namun demikian, ia memastikan bahwa tidak akan ada masyarakat miskin yang ditolak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan dari petugas keamanan. Dialog antara pemerintah dan massa diharapkan dapat menjadi jembatan dalam membangun pemahaman bersama terkait implementasi kebijakan kesehatan di Aceh. []
Didemo Mahasiswa, Sekda Aceh Minta Waktu Implementasi Pergub JKA
Apa reaksi Anda?
Artikel Terkait
Babinsa dan Warga Gotong Royong Pasang Lantai Jembatan Gantung…
Babinsa bersama masyarakat dan teknisi melaksanakan gotong royong pemasangan papan lantai…
Jenazah Korban Penembakan di Habema Dipulangkan ke Toraja
Jenazah AS (41), korban penembakan dan pembakaran kendaraan di kawasan Habema, Kabupaten…
Konflik Houthi-Saudi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Evakuasi…
Pemerintah diminta menyiapkan skenario evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Arab…
Kapolri Ajak Jawara Banten Jadi Bagian dari Sabuk Kamtibmas
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak para jawara dan perguruan silat di…
Serangan Israel di Lebanon Selatan Lukai Warga, 4.386 Orang Tewas
Serangan Israel terhadap sejumlah desa dan kota di Lebanon selatan menyebabkan warga sipil…
Arkeolog Temukan Masjid Berusia Lebih dari 1.300 Tahun di Arab Saudi
Para arkeolog menemukan sebuah masjid yang diperkirakan berusia lebih dari 1.300 tahun di…
Iran Siapkan Program Perluas Peran Perempuan di Industri Pertahanan
Iran menyiapkan sejumlah program untuk memperluas peran perempuan dalam industri…
Didong Jalu Semalam Suntuk Digelar di Banda Aceh, Angkat Kondisi Gayo…
Paguyuban masyarakat dan mahasiswa Gayo di Banda Aceh akan menggelar Didong Jalu Semalam…
Bentrokan Houthi-Pemerintah Yaman Kembali Memanas, 63 Orang Tewas
Pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi…
Pencarian SAR Dihentikan, Keluarga Kru Kapal Hilang Siapkan Pencarian…
Proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dinyatakan hilang di Gunung Anak…
Profil Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai yang Disorot Usai Pergantian…
Nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menjadi sorotan publik setelah…
Iran Sebut Israel di Balik Dugaan Serangan Drone Menuju Makkah
Kementerian Luar Negeri Iran mengindikasikan Israel terlibat dalam operasi false flag atau…
PBB Temukan Dugaan Kejahatan Perang AS dalam Serangan ke Sekolah di…
Misi Pencari Fakta Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Iran menyatakan…
Prof Jimly Asshiddiqie Soroti Cara Prabowo Pecat Purbaya, Singgung…
Pakar Hukum Tata Negara Prof. Jimly Asshiddiqie turut menyoroti pemecatan Purbaya Yudhi…
10 Hari Tanpa Hasil, Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda…
Proses pencarian terhadap lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu…
Kompolnas Awards 2026, Kapolri Minta Penghargaan Tak Berhenti di…
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta capaian penerima Kompolnas Awards…
Kapolri Minta Personel Berprestasi Dapat Pengembangan Karier
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya menindaklanjuti capaian…
Bupati Aceh Besar Minta Kepala OPD dan ASN Maksimalkan Pelayanan…
Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) meminta seluruh Kepala Organisasi…
Pemkab Aceh Besar Susun Pedoman Evaluasi Kinerja OPD dan ASN
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai menyusun pedoman evaluasi kinerja sekaligus…
Rita Mayasari Ingatkan Istri Pejabat Aceh Besar Tetap Dekat dengan…
Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, mengingatkan para istri…
















































































