ORINEWS.id, SANAA — Pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali menewaskan puluhan orang. Sedikitnya 63 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan yang berlangsung selama 24 jam terakhir.
Dilansir AFP, Jumat (18/9/2026), sumber militer dari kedua pihak menyatakan 63 orang tewas dalam pertempuran tersebut.
Seorang pejabat pemerintah Yaman mengatakan sedikitnya 23 tentara pemerintah tewas akibat serangan rudal dan pesawat nirawak atau drone yang dilancarkan kelompok Houthi yang didukung Iran di dua provinsi di wilayah barat daya Yaman.
Sementara itu, sumber militer Houthi melaporkan 40 petempur mereka tewas akibat serangan udara Arab Saudi dan pertempuran di darat.
Pertempuran Houthi dan Pemerintah Yaman
Dalam beberapa bulan terakhir, pertempuran antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional kembali meningkat setelah sekitar empat tahun relatif tenang.
Houthi juga meningkatkan upaya untuk memperkuat kendali mereka atas wilayah pesisir Yaman.
Perebutan Mokha disebut menjadi salah satu keberhasilan terbesar Houthi sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berlaku pada 2022.
Saat ini, kelompok Houthi yang didukung Iran menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, serta sebagian besar wilayah padat penduduk di bagian utara dan barat negara tersebut.
Sementara itu, pemerintah Yaman berkedudukan di Kota Aden dan mendapat dukungan kuat dari Arab Saudi.
Perang saudara di Yaman telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan menyebabkan jutaan warga menghadapi risiko kelaparan.[]















































































