ORINEWS.id, TEHERAN — Iran menyiapkan sejumlah program untuk memperluas peran perempuan dalam industri pertahanan, mulai dari pengembangan lingkungan kerja hingga pelatihan manajerial dan peningkatan keterampilan organisasi.
Penjabat Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Ebn al-Reza menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan perempuan yang bekerja di industri pertahanan Iran, Kamis (17/9/2026), seperti dilaporkan Tasnim News Agency.
Ebn al-Reza mengatakan perkembangan industri pertahanan Iran tidak dapat dipisahkan dari kontribusi perempuan. Menurut dia, perempuan merupakan bagian penting dari sumber daya manusia negara dan memiliki kapasitas untuk berperan lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta kemampuan pertahanan.
Kementerian Pertahanan Iran, lanjutnya, telah menyiapkan program untuk menarik, mempertahankan, dan mengembangkan perempuan berbakat. Langkah tersebut mencakup penyesuaian lingkungan kerja, pembangunan jejaring perempuan berbakat, pelatihan manajerial, serta peningkatan keterampilan organisasi.
“Kita harus mengenali kapasitas ini, memberikan ruang kepadanya, dan membuka jalan bagi kehadiran serta pengaruh perempuan yang lebih besar dalam ekosistem teknologi dan inovasi pertahanan,” katanya.
Ebn al-Reza menegaskan, pengembangan sumber daya manusia di industri pertahanan tidak ditujukan sekadar untuk memenuhi posisi organisasi, tetapi membangun kemampuan untuk menghadapi kebutuhan masa depan.
“Kami di industri pertahanan tidak berusaha mengisi kursi. Kami berusaha membangun masa depan. Untuk membangun masa depan, kami membutuhkan pikiran-pikiran yang mampu melihat sesuatu yang belum dilihat orang lain,” ujarnya.
Menurut Ebn al-Reza, kebutuhan industri pertahanan juga berubah setelah pengalaman perang terakhir. Jika sebelumnya perhatian utama diarahkan pada mempertahankan kemampuan pertahanan dan menjaga keberlangsungan produksi, kini tantangannya adalah mengembangkan teknologi baru, memperkuat daya tangkal, dan bergerak di garis depan ilmu pengetahuan.
“Dalam perjalanan ini, kami akan memanfaatkan seluruh kapasitas sumber daya manusia negara, terutama perempuan berbakat dan para spesialis,” katanya.
Dia mengatakan perhatian lawan terhadap Iran tidak hanya tertuju pada kemampuan pertahanan yang telah dimiliki negara tersebut, tetapi juga pada kecepatan pertumbuhannya.
“Musuh saat ini lebih khawatir terhadap kecepatan pertumbuhan kekuatan Iran daripada kekuatan yang sudah ada. Kekhawatiran itu akan semakin besar ketika mereka mengetahui bahwa separuh lainnya dari sumber daya manusia negara, yaitu perempuan, juga telah terjun ke dalam perjalanan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ebn al-Reza juga menyinggung pengalaman perempuan dalam industri pertahanan selama perang. Menurut dia, keteguhan mereka untuk tetap bekerja dalam situasi perang dapat menjadi landasan bagi keterlibatan yang lebih besar di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan pengembangan pertahanan.
Dia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pembangunan kekuatan dan masa depan Iran bukan hanya tanggung jawab laki-laki.
“Iran masa depan tidak hanya dibangun oleh laki-laki. Perempuan negeri ini juga memiliki bagian penting dalam membangun kekuatan, keamanan, dan masa depan Iran, dan bagian tersebut akan semakin besar setiap hari.”[]














































































