ORINEWS.id, TEPI BARAT — Lebih dari 6.500 warga Palestina telah terusir dari rumah mereka di Tepi Barat yang diduduki sejak 2023 akibat serangan pemukim dan pembatasan akses. Data tersebut diungkapkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Dilansir dari Al Mayadeen, Selasa (29/9/2026), dalam pembaruan datanya, OCHA mencatat sedikitnya 6.000 serangan pemukim terjadi sejak 2023. Serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan properti, atau keduanya.
OCHA menyebut 49 komunitas Palestina telah sepenuhnya terusir dari wilayah tempat tinggal mereka. Sementara itu, 83 komunitas lainnya mengalami pengungsian sebagian.
Selain berdampak terhadap warga, serangan pemukim juga menyebabkan kerusakan terhadap sekitar 88.000 pohon dan bibit tanaman yang menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga Palestina. Lebih dari 3.100 kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
“Warga Palestina di seluruh wilayah Palestina yang diduduki harus dilindungi dan diizinkan mengakses rumah, kebun zaitun, tempat kerja, sekolah, serta layanan penting dengan aman dan bermartabat,” kata OCHA.
Badan PBB tersebut juga menegaskan bahwa pelaku serangan harus dimintai pertanggungjawaban.
Serangan di Jalud Hambat Keluarga Kembali ke Rumah
Gambaran mengenai dampak pengungsian tersebut terlihat dalam serangan di Desa Jalud, Tepi Barat bagian utara, pada Selasa dini hari.
Lebih dari 100 pemukim Israel menyerang desa tersebut ketika sebuah keluarga Palestina berupaya kembali ke rumah mereka. Keluarga itu sebelumnya telah meninggalkan wilayah tersebut sekitar dua bulan lalu setelah mengalami serangan pemukim.
Dalam serangan tersebut, dua rumah warga Palestina dibakar. Sementara itu, tiga anggota pasukan pendudukan Israel dilaporkan mengalami luka ringan.
Militer Israel mengatakan lebih dari 100 “perusuh Israel” berada di lokasi ketika tentara dan polisi perbatasan berupaya membubarkan mereka.
Menurut militer Israel, para pemukim memblokir jalan, membakar ban, serta melempar batu ke arah pasukan keamanan sebelum membakar bangunan dan kendaraan milik warga Palestina.
Militer Israel juga menyatakan serangan tersebut menyebabkan keluarga Palestina itu gagal kembali ke rumah mereka, yang disebut telah ditempati oleh para pemukim.
Keluarga Palestina Diserang Saat Tiba di Rumah
Mahmoud al-Toubasi, salah satu anggota keluarga tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa ia dan keluarganya telah meninggalkan rumah itu lebih dari dua bulan sebelumnya. Menurutnya, rumah tersebut kemudian ditempati para pemukim hingga serangan pada Selasa.
“Saya, istri dan anak saya pergi ke rumah dengan mobil, ditemani kendaraan tentara di depan kami dan kendaraan lain di belakang kami,” katanya.
Menurut al-Toubasi, para pemukim menyerang keluarganya ketika mereka tiba di rumah. Pasukan Israel kemudian mendorong mereka mundur menggunakan semprotan merica.
“Kami tidak mengalami luka secara fisik, tetapi kami mengalami sesak akibat semprotan merica,” ujarnya.
Polisi Israel mengatakan telah menangkap seorang tersangka dan membawa dua anak di bawah umur untuk dimintai keterangan.
Kekerasan di Tepi Barat Meningkat Sejak Perang Gaza
OCHA mengatakan data terbaru tersebut menunjukkan pola yang lebih luas terkait serangan pemukim dan pembatasan akses yang berdampak terhadap komunitas Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki.
Kekerasan di wilayah tersebut meningkat sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Berdasarkan penghitungan AFP yang mengacu pada data Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 1.111 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat selama periode tersebut akibat tindakan tentara atau pemukim Israel.
Sementara itu, data dari pihak Israel menunjukkan sedikitnya 49 warga Israel, termasuk warga sipil dan personel keamanan, tewas dalam serangan warga Palestina atau selama operasi militer Israel pada periode yang sama.
PBB menyerukan agar warga Palestina di seluruh wilayah Palestina yang diduduki dapat mengakses rumah, sumber penghidupan, dan layanan penting dengan aman. PBB juga menyerukan pertanggungjawaban atas serangan yang dilakukan terhadap mereka.[]














































































