TERBARU

Internasional

Jelang Pemilu, Netanyahu Klaim Ada Indikasi Serangan terhadap Israel

ORINEWS.id, TEL AVIV — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan adanya kemungkinan “musuh-musuh Israel” melancarkan serangan menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Ia juga menggambarkan pemilu tersebut sebagai pilihan antara kubu politik kanan dan pendirian negara Palestina, demikian dilaporkan Reuters.

Dikutip dari Al Mayadeen, Selasa (29/9/2026), Netanyahu mengatakan dalam video yang direkam di sebuah pangkalan Angkatan Udara Israel bahwa dirinya mendapat indikasi serangan mungkin direncanakan sebelum pemilu.

“Jangan macam-macam dengan kami, sekarang maupun selamanya,” kata Netanyahu. “Tangan panjang kami akan menjangkau kalian.”

Pernyataan tersebut mendorong pihak oposisi Israel meminta Netanyahu menjelaskan informasi yang menjadi dasar peringatannya serta maksudnya terkait kemungkinan serangan sebelum pemilu.

Netanyahu menjadikan kebijakan keamanan dan militer sebagai bagian utama dalam kampanyenya. Ia menggambarkan lawan-lawan politiknya sebagai pihak yang tidak memiliki keteguhan untuk menghadapi “musuh-musuh Israel” dan mempertahankan posisi Israel di luar negeri.

“Ini Kanan atau Palestina”

Dalam video kampanye pada 18 September, Netanyahu menyasar Gadi Eisenkot dan mitra politiknya dengan menuduh mereka mendukung pendirian negara Palestina.

“Tidak ada yang lurus. Yashar adalah sebuah tipu muslihat. Hanya ada kiri atau kanan. Itulah inti dari pemilu ini. Apakah Anda menginginkan negara Palestina? Atau apakah Anda menginginkan negara Yahudi?” kata Netanyahu.

Netanyahu juga menolak setiap langkah untuk menarik diri dari hasil operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon. Ia mengatakan pasukan Israel masih beroperasi di sejumlah front.

Terkait Lebanon, Netanyahu menyebut adanya “pencapaian besar” yang dihasilkan dari tindakan pasukan Israel. Ia juga memperingatkan agar tidak ada tekanan untuk menarik pasukan dan membalikkan hasil tersebut.

Yashar Eisenkot Ungguli Likud dalam Jajak Pendapat

Pernyataan Netanyahu disampaikan di tengah persaingan politik menjelang pemilu. Jajak pendapat Channel 13 menunjukkan partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot memperoleh proyeksi 22 kursi Knesset, sementara Likud yang dipimpin Netanyahu mendapatkan 18 kursi.

Survei tersebut juga menunjukkan Eisenkot, mantan kepala staf militer Israel, unggul atas Netanyahu dalam pilihan responden untuk menjadi perdana menteri.

Sebanyak 48 persen responden menilai Eisenkot lebih layak menjadi perdana menteri, sementara 36 persen memilih Netanyahu. Adapun 16 persen lainnya tidak memilih keduanya.

Survei itu juga memperkirakan baik koalisi pemerintah maupun oposisi tidak akan memperoleh 61 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Netanyahu telah memimpin pemerintahan Israel sejak akhir Desember 2022. Ia tengah menjalani persidangan atas tuduhan korupsi yang dibantahnya.

Netanyahu juga menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sejak November 2024 terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.