TERBARU

Internasional

Brigade al-Qassam Berduka atas Gugurnya Komandan Ezzeddine al-Beik

ORINEWS.id, GAZA — Brigade al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, berduka atas gugurnya komandan Ezzeddine Abdul Aziz al-Beik, yang dikenal dengan nama “Abu Hamza”. Ia merupakan anggota Dewan Militer Umum Brigade al-Qassam sekaligus komandan Brigade Gaza Utara.

Dikutip dari Al Mayadeen, Selasa (29/9/2026), Brigade al-Qassam dalam pernyataannya menegaskan keyakinan terhadap “keadilan dan kesucian perjuangan kami”. Brigade tersebut menyatakan perjuangan itu “layak mendapatkan setiap pengorbanan berharga” dan bahwa “jalan yang disirami darah Abu Hamza dan saudara-saudaranya adalah jalan kita menuju kemenangan dan pembebasan.”

Brigade al-Qassam juga menyatakan bahwa darah para pejuangnya tidak akan ditumpahkan dengan sia-sia. Mereka menegaskan tekadnya tidak akan goyah dan mengutip ayat Al-Qur’an: “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”

Brigade al-Qassam menyatakan al-Beik gugur pada Selasa dini hari dalam sebuah “pembunuhan pengecut”, setelah menjalani perjalanan panjang yang ditandai dengan perlawanan dan pengorbanan.

Siapa Ezzeddine al-Beik?

Menurut Brigade al-Qassam, al-Beik memimpin unit khusus pertama di Brigade Gaza Utara selama Intifada Al-Aqsa. Ia kemudian dipercaya memimpin Batalion Syahid Imad Aqel pada 2009, sebelum menjadi perwira intelijen militer brigade tersebut pada 2015.

Brigade al-Qassam menyebut al-Beik sebagai salah satu komandan ruang operasi “Banjir Al-Aqsa” yang mengawasi operasi penyeberangan besar pada 7 Oktober.

Al-Beik kemudian mengambil alih komando Brigade Gaza Utara setelah gugurnya komandan Ahmad al-Ghandour, yang dikenal dengan nama “Abu Anas”. Ia memimpin pertempuran pertahanan kelompok tersebut di Gaza utara dalam berbagai tahap.

Brigade al-Qassam menyatakan al-Beik “tetap teguh dan bertempur bersama rekan-rekan pejuangnya selama 107 hari” selama pengepungan Gaza utara dalam “Rencana Para Jenderal”. Menurut brigade tersebut, rencana itu berhasil digagalkan oleh keteguhan rakyat Palestina dan daya tahan para pejuang.

Al-Beik bergabung dengan Brigade al-Qassam pada 2000 dan sebelumnya pernah memimpin unit khusus pertama di Brigade Gaza Utara.

Selama perang di Gaza, ia disebut mengawasi operasi Brigade al-Qassam di seluruh wilayah Gaza utara, termasuk Beit Hanoun, Beit Lahia, kamp pengungsi Jabalia, dan Jabalia al-Balad. Ia juga memimpin rencana pertahanan menghadapi apa yang dikenal sebagai “Rencana Para Jenderal”.

Serangan di Gaza Tewaskan Komandan al-Qassam

Sebelumnya pada Selasa, sumber-sumber perlawanan Palestina mengonfirmasi gugurnya al-Beik, yang juga dikenal dengan nama “Abu Hamza” dan “Ashmawi”, dalam serangan udara Israel yang menyasar sebuah apartemen di kawasan al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza.

Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa pesawat Israel menyerang sebuah apartemen di Jalan al-Lababidi, kawasan al-Nasr, pada Selasa dini hari. Serangan tersebut memicu kebakaran besar.

Tim Pertahanan Sipil berulang kali berupaya memadamkan api sebelum mengevakuasi dua jenazah dari apartemen yang menjadi sasaran.

Laporan yang muncul pada waktu yang sama juga menyebut al-Beik sebagai komandan Brigade Gaza Utara. Serangan terhadap apartemen tersebut dilaporkan menewaskan seorang warga Palestina lainnya dan melukai sejumlah orang.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.