ORINEWS.id, JAKARTA – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkelakar soal batuk Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan orasi ilmiah dalam peringatan Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Rabu (14/10/2026).
Sebelum memulai orasinya, SBY terlebih dahulu meminta maaf karena sedang mengalami batuk. Ia memastikan batuk yang dialaminya bukan disebabkan influenza A.
“Sebelum saya sampaikan orasi ilmiah, harus saya pastikan bukan orasi politik, saya ingin sampaikan permohonan maaf, excuse coming from me, saya ini agak batuk, tapi bukan influenza A, aman, sehingga dalam sampaikan orasi ini sekali-sekali batuk, mohon dimaklumi,” kata SBY, dikutip dari kanal YouTube FISIP Unpad.
SBY mengatakan, batuknya terkadang mengganggu orang-orang di sekitarnya. Kondisi itu juga dapat mengganggu aktivitasnya melukis.
“Kalau saya batuk yang suka terganggu kiri-kanan saya, kalau saya melukis terus tiba-tiba batuk batuk pasti lukisannya rusak itu, tapi aman karena saya seorang seniman sekarang,” ucap dia.
SBY kemudian melontarkan kelakar dengan menyinggung Prabowo. Ia mengatakan, jika Prabowo batuk dengan keras, nilai tukar rupiah dan pasar saham bisa terdampak.
“Kalau yang batuk Pak Prabowo, hati-hati. Kalau batuknya keras, nilai tukar rupiah dan saham bisa jatuh,” ujar SBY.
Di balik kelakarnya, SBY menyampaikan harapan agar Prabowo selalu dalam kondisi sehat sehingga dapat menjalankan tugasnya memimpin negara.
“Kita doakan presiden kita sehat sehingga bisa memimpin negara dengan baik,” imbuh dia.[]





































































