TERBARU

Pendidikan

Milad ke-65, USK Perkuat Reputasi Global dan Komitmen Berdampak bagi Masyarakat

ORINEWS.id, BANDA ACEH – Memasuki usia ke-65 tahun, Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat posisinya di tingkat global sekaligus menegaskan komitmen untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., dalam laporannya pada Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas dalam rangka peringatan Milad ke-65 USK di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

Puncak peringatan Milad USK tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., sebagai dies reader. Hadir pula Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si., yang turut menyampaikan sambutan.

Rektor mengatakan USK terus tumbuh dan berkembang dengan baik. Saat ini, USK berhasil mempertahankan akreditasi Unggul. Sebanyak 90 program studi atau 54,54 persen telah terakreditasi Unggul/A. Selain itu, 19 program studi USK telah memperoleh akreditasi internasional.

Pengakuan terhadap USK di tingkat global juga terlihat dari hasil pemeringkatan THE World University Rankings. Dalam pemeringkatan tersebut, kualitas riset USK berada di peringkat keenam nasional dan peringkat pertama di Sumatera.

Tahun ini, lima peneliti USK juga berhasil masuk dalam kelompok 2 persen saintis terbaik dunia.

“Bagi USK, peringkat ini bukanlah tujuan akhir. Sebab reputasi global harus terus kita bangun dengan kualitas pendidikan yang semakin baik, riset yang semakin bermutu dan berdampak,” ujar Mirza.

Untuk itu, Mirza menegaskan komitmen USK untuk terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya ditunjukkan saat bencana banjir, ketika USK langsung membentuk Satgas Respons Senyar Aceh.

Melalui satgas tersebut, USK memobilisasi 556 tenaga medis dan relawan serta 1.387 mahasiswa dan dosen untuk memberikan layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, pendampingan psikososial, dan mendukung pemulihan.

Dukungan sivitas akademika dan masyarakat melalui Rumah Amal dan Satgas USK juga berhasil menghimpun donasi sebesar Rp3,47 miliar.

“USK tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi hadir melalui kepakaran, pengabdian, inovasi, dan solidaritas untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Mirza.

Ketua MWA USK, Safrizal ZA, mengapresiasi berbagai pencapaian yang diraih USK. Ia menilai pengakuan dunia menunjukkan bahwa USK semakin diperhitungkan. Meski demikian, Safrizal mengingatkan agar USK terus memperluas kiprahnya bagi masyarakat dan bangsa.

“Kebesaran universitas tidak hanya diukur dari apa yang berhasil dibangun di dalam kampus, tetapi dari apa yang mampu diperbaiki dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat di luar kampus. Karena itu, dampak nyata menjadi tema penting bagi USK yang memasuki usia ke-65 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, mengatakan konsep Kampus Berdampak berarti menjadikan perguruan tinggi sebagai bagian integral dari kehidupan sosial.

Menurutnya, kampus harus mengambil peran dalam pembangunan yang berjalan selaras dengan pemerintah daerah, dunia industri, dan berbagai unsur masyarakat.

Hubungan tersebut, kata dia, harus dibangun secara kolaboratif agar perguruan tinggi tidak bekerja sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan nyata.

“Dengan demikian, kehadiran perguruan tinggi di mana pun, termasuk Universitas Syiah Kuala, harus menjadi pusat pengembangan pengetahuan sekaligus pusat pemberian solusi atas berbagai persoalan sosial,” ujarnya.

Seusai menyampaikan orasi ilmiah, Fauzan bersama rombongan mengunjungi Pusat Riset Kebencanaan USK atau Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC).

Dalam kunjungan tersebut, Fauzan mengapresiasi peran pusat riset itu dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di masyarakat.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.