TERBARU

Internasional

Houthi: Dalam Sehari, Arab Saudi Lancarkan 26 Serangan ke Yaman

ORINEWS.id — Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas. Houthi mengklaim militer Saudi melancarkan 26 serangan udara ke wilayah yang berada di bawah kendali kelompok tersebut dalam 24 jam terakhir.

Klaim tersebut disampaikan Houthi pada Jumat (18/9/2026), seperti dilaporkan AFP. Kelompok tersebut menyebut serangan Saudi menyasar sejumlah posisi yang berada di wilayah kekuasaan mereka di Yaman.

Houthi juga mengklaim intensitas serangan Saudi meningkat dalam beberapa hari terakhir. Menurut kelompok tersebut, sekitar 300 serangan telah dilancarkan ke wilayah yang mereka kuasai selama sepekan terakhir. Klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen.

Konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali meningkat setelah situasi relatif mereda sejak 2022. Perang Yaman bermula pada 2014 ketika Houthi merebut Sanaa, ibu kota Yaman. Setahun kemudian, Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Eskalasi terbaru terjadi setelah Houthi melancarkan ofensif di sejumlah wilayah strategis di Yaman. Kelompok tersebut memperluas kendali di sepanjang pesisir Laut Merah hingga mendekati kawasan strategis Selat Bab al-Mandab.

Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Laut Merah. Bab al-Mandab merupakan salah satu jalur penting bagi perdagangan dan pengiriman energi internasional.

Ketegangan juga meluas ke wilayah Arab Saudi. Pada pekan ini, Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya mencegat sebuah drone Houthi di selatan Mekkah sebelum memasuki wilayah udara terbatas di sekitar kota suci tersebut. Houthi membantah menargetkan Mekkah.

Pada Sabtu (19/9), ledakan juga terdengar di Riyadh setelah otoritas Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara kepada warga ibu kota. Pesan peringatan yang diterima penduduk menyebut wilayah tersebut berada di bawah ancaman udara musuh.

Eskalasi ini menambah tekanan terhadap kondisi kemanusiaan di Yaman. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut lebih dari 112.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran terbaru, sementara hampir 3.000 orang lainnya melarikan diri melalui laut menuju Djibouti.

Konflik yang kembali berkobar tersebut menghidupkan kekhawatiran terhadap meluasnya perang di kawasan serta gangguan terhadap jalur pelayaran strategis di Laut Merah.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.