ORINEWS.id, JAKARTA — Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli mengkritik pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik nasional sebelum Pemilu 2029.
Guntur menilai wacana tersebut tidak tepat disampaikan ketika sejumlah daerah masih menghadapi berbagai bencana dan membutuhkan perhatian pemerintah.
Ia menyoroti kondisi sejumlah wilayah, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, pemulihan bencana di Sumatera, gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kekeringan di Pulau Jawa.
“Kalimantan dibakar, Sumatera belum pulih, NTT gempa, Jawa kekeringan, Pemilu 2029 juga masih jauh. Kok bisa-bisanya Budi Arie nyerocos di samping Jokowi soal kemungkinan percepatan 2029?” kata Guntur.
Menurut Guntur, pernyataan tersebut menimbulkan kesan bahwa Budi Arie dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih memikirkan kepentingan kekuasaan di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai kesulitan.
Ia mempertanyakan alasan isu percepatan politik menuju 2029 justru dibahas ketika pemerintah dan masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan akibat bencana.
“Di tengah rakyat masih berjibaku dengan asap, sawah kekeringan, kok yang dipikirkan segelintir elite di lingkaran istana lama ini malah skenario percepatan kekuasaan?” ujarnya.
Guntur juga menyinggung persoalan hukum yang menurutnya pernah dikaitkan dengan Budi Arie.
“Budi Arie ini bukannya harus diperiksa kasus dugaan terlibat judol atau pencemaran nama baik terhadap PDI Perjuangan. Kok malah nyerocos soal percepatan 2029,” kata Guntur.
Selain itu, Guntur mengkritik Budi Arie yang sebelumnya menjabat sebagai menteri, tetapi kini tidak lagi berada di dalam kabinet.
Menurut Guntur, persoalan kekuasaan tidak semestinya menjadi fokus pembicaraan ketika masyarakat masih membutuhkan penanganan terhadap berbagai bencana dan persoalan ekonomi.
Pernyataan Guntur tersebut menjadi kritik terhadap wacana percepatan dinamika politik nasional yang dikemukakan Budi Arie menjelang Pemilu 2029.[]


































































