ORINEWS.id, BANDA ACEH — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Malahayati melalui personel Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Basarnas, serta pemangku kepentingan terkait mengevakuasi seorang awak kapal bulk carrier MV King Win di perairan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Evakuasi medis atau medical evacuation (medevac) tersebut dilakukan setelah kapal berbendera Kepulauan Marshall itu mengirimkan panggilan darurat (emergency call) untuk meminta penanganan medis bagi salah seorang awaknya yang mengalami cedera serius.
Berdasarkan laporan medis dari nakhoda kapal (Ship Master Medical Report), awak kapal berkewarganegaraan China berinisial M.H. mengalami cedera remuk disertai patah tulang pada bagian pergelangan tangan. Kulit dan jaringan lunak di sekitar area cedera dilaporkan masih utuh. Korban juga mengalami nyeri hebat serta sedikit kesulitan bernapas atau dispnea ringan.
Kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut di darat. Karena itu, pihak kapal berkoordinasi dengan petugas terkait untuk mengevakuasi korban dari kapal menuju pelabuhan agar dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas medis darat.
Kepala Kantor KSOP Malahayati, Capt. Amfami, S.H., M.M., M.Mar., melalui petugas terkait bersama Basarnas dan pemangku kepentingan lainnya mengoordinasikan pelaksanaan evakuasi agar berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur.
MV King Win memiliki nomor IMO 9590230, call sign V7B3187, dan tonase kotor 33.042 GT. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Safaga, Mesir, pada 24 September 2026 dengan tujuan Singapura.
Penanganan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan awak kapal selama pelayaran. Koordinasi antara otoritas pelabuhan, petugas penjagaan laut dan pantai, Basarnas, serta pihak terkait diperlukan untuk merespons kondisi darurat medis di wilayah perairan.
Keselamatan pelayaran tidak hanya berkaitan dengan kapal dan muatan, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap awak kapal yang membutuhkan pertolongan selama perjalanan laut.[]


































































