ORINEWS.id, JIZAN – Kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak (drone) terhadap fasilitas minyak milik perusahaan energi Arab Saudi, Saudi Aramco, di Jizan, pesisir Laut Merah.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan tersebut menyasar kilang minyak Saudi Aramco dan mengenai target.
“Houthi telah berhasil menargetkan kilang Aramco di Jizan menggunakan pesawat nirawak (drone), dan serangan tersebut tepat sasaran,” kata Yahya Saree, dikutip dari AFP, Minggu (9/8/2026).
Menurut Saree, serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap masuknya drone Arab Saudi ke wilayah barat laut Yaman.
Saudi Aramco merupakan perusahaan minyak milik negara Arab Saudi yang mengoperasikan sejumlah fasilitas energi strategis di negara tersebut.
Kebakaran Terjadi di Kilang Jizan
Sebelumnya, Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan tim tanggap darurat sipil telah berhasil mengendalikan kebakaran yang terjadi di salah satu fasilitas kilang Saudi Aramco di Jizan.
Namun, kementerian tidak menyebutkan penyebab kebakaran tersebut.
“Tim pemadam kebakaran keamanan industri Saudi Aramco telah memadamkan kebakaran yang terjadi pada dini hari ini, Minggu, di salah satu fasilitas kilang Saudi Aramco di Jizan, tanpa ada korban luka,” demikian pernyataan Kementerian Energi Arab Saudi.
Fasilitas minyak di Jizan tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan kelompok Houthi pada Juli 2026.
Gencatan Senjata Yaman Kembali Terancam
Serangan terbaru ini terjadi ketika gencatan senjata dalam konflik Yaman yang berlangsung sejak 2022 kembali berada dalam kondisi rapuh.
Gencatan senjata tersebut sebelumnya meredakan perang saudara Yaman yang melibatkan Arab Saudi selama lebih dari satu dekade. Riyadh mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam konflik melawan kelompok Houthi.
Namun, situasi kembali memburuk pada bulan lalu setelah Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan melancarkan serangan terhadap kapal tanker Saudi di Laut Merah.
Kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa serta sejumlah daerah di dekat perbatasan dengan provinsi-provinsi Arab Saudi di sepanjang Laut Merah.
Ancaman terhadap Jalur Pelayaran
Ancaman Houthi terhadap jalur pelayaran dan fasilitas minyak Arab Saudi terjadi bersamaan dengan blokade Iran terhadap Selat Hormuz.
Situasi tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel serta upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang kembali memanas sejak Februari 2026.
Serangkaian serangan terhadap fasilitas energi dan jalur pelayaran berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak global dan keamanan perdagangan melalui kawasan Laut Merah serta Selat Hormuz.[]















































































