ORINEWS.id, BANDA ACEH — Tim Z-DNA dari Program Studi Biologi Universitas Syiah Kuala (USK) meraih predikat Grand Champion, Best Paper, dan Silver Medal dalam ajang INTERVAL International Essay & Research Festival 2026 yang berlangsung di Malaysia.
Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “MANGROVANCE: Synergizing Mangrove Symbiotic Bacterial Metabolites and Shrimp Shell Waste-Based Chitosan as a Sustainable Antibiotic Adjuvant Strategy Against Antimicrobial Resistance.”
Tim Z-DNA diketuai Cut Dhinie Decita dengan anggota Naja Luthfia Nuha, Siti Sayanali, Cut Azkia Salsabila, dan Nadinda Jasmine Yovanca. Tim tersebut mendapat pendampingan dari dosen Imelda Maelani, S.Si., M.Si.
Cut Dhinie Decita menjelaskan, inovasi MANGROVANCE berangkat dari tantangan kesehatan global terkait resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) yang dipadukan dengan potensi sumber daya pesisir.
“Karya kami membahas MANGROVANCE, yaitu strategi antibiotic adjuvant yang menggabungkan metabolit bioaktif dari bakteri yang berasosiasi dengan mangrove dengan kitosan yang berasal dari limbah cangkang udang,” ujar Cut Dhinie.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung efektivitas antibiotik konvensional yang telah tersedia, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pesisir dan limbah perikanan agar memiliki nilai guna.
Secara teknis, MANGROVANCE mengintegrasikan dua komponen utama. Metabolit bioaktif dari bakteri mangrove dimanfaatkan sebagai komponen aktif penumpas kuman, sedangkan kitosan dari cangkang udang digunakan sebagai bahan pembawa (carrier) untuk mendukung stabilitas dan penghantaran senyawa aktif.
“Alih-alih hanya berfokus pada penemuan antibiotik baru yang memakan waktu panjang, MANGROVANCE menawarkan pendekatan alternatif untuk mendongkrak efektivitas antibiotik yang telah tersedia melalui pemanfaatan senyawa bioaktif berbasis bahan alami,” jelasnya.
Selain menyasar persoalan kesehatan, gagasan tersebut juga mengusung prinsip keberlanjutan lingkungan melalui konsep circular bioeconomy.
Pemanfaatan limbah cangkang udang dan biodiversitas kawasan pesisir menjadi bagian dari pendekatan yang ditawarkan tim Z-DNA untuk menghubungkan isu kesehatan modern dengan pemanfaatan sumber daya lingkungan secara berkelanjutan.[]










































































