ORINEWS.id, MEKKAH — Hubungan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas setelah Arab Saudi mengaku mencegat sebuah drone yang meluncur dekat Kota Mekkah. Saudi menyebut drone tersebut diluncurkan Houthi dan diarahkan menuju wilayah kota suci, tetapi Houthi membantah tudingan tersebut.
Sebelumnya, Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat pada Selasa (15/9) yang memperkirakan potensi serangan di beberapa wilayah Kota Suci. Peringatan itu mencakup Mekkah, Jeddah, dan Taif di bagian barat Saudi.
Dilansir Anadolu Agency, peringatan tersebut dikeluarkan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat. Badan Pertahanan Sipil Saudi menyerukan masyarakat untuk mencari perlindungan dan mengikuti instruksi keselamatan resmi.
Namun, otoritas Saudi tidak merinci jenis ancaman yang dimaksud dalam peringatan tersebut. Tak lama kemudian, peringatan itu dicabut.
Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi mengatakan serangkaian serangan rudal dan drone Houthi menyasar sejumlah wilayah di Saudi, termasuk Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Sedikitnya 13 orang dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Koalisi Saudi menyatakan akan merespons serangan tersebut dengan tegas dan mengambil langkah operasional yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan Arab Saudi.
Saudi Cegat Serangan Drone Usai Peringatan Darurat
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan drone tersebut pada Selasa (15/9) sekitar pukul 18.50 waktu setempat.
Drone tersebut disebut berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas Mekkah. Sementara itu, puing-puingnya jatuh di sebelah selatan kota.
Al-Malki menyebut insiden tersebut sebagai upaya kedua Houthi untuk menargetkan Mekkah. Ia merujuk pada peluncuran rudal balistik yang menurut koalisi Saudi diarahkan ke Mekkah pada Juli 2017.
Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah, kata Al-Malki, merupakan “red line” atau garis merah bagi Arab Saudi. Dia menegaskan koalisi akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah serangan serupa.
“Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah adalah red line, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan memberikan efek jera terhadap milisi teroris Houthi,” kata Al-Malki dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X.[]















































































