TERBARU

InternasionalWisata

Hwacheon Sancheoneo Ice Festival, Sensasi Memancing di Sungai Beku Korea Selatan

ORINEWS.id, HWACHEON – Bayangkan Anda berdiri di atas permukaan es yang tebal di tengah pegunungan Korea Selatan. Angin dingin menggigit wajah, tetapi semangat justru membara. Di bawah kaki, Sungai Hwacheoncheon yang membeku menanti, dengan ikan trout gunung yang segar.

Ini bukan mimpi. Inilah realitas Hwacheon Sancheoneo Ice Festival, salah satu festival musim dingin paling ikonik di dunia.

Dikenal sebagai “Negeri Es Hwacheon”, festival ini telah menarik jutaan pengunjung setiap tahun sejak pertama kali digelar pada 2003. CNN bahkan pernah memasukkannya dalam daftar “Seven Wonders of Winter”.

Bagi pecinta petualangan, keluarga, atau siapa saja yang ingin merasakan sensasi musim dingin autentik, festival ini menjadi salah satu destinasi yang patut dikunjungi.

Hwacheon, Negeri Es di Korea Selatan

Hwacheon merupakan kota kecil di Provinsi Gangwon dengan populasi sekitar 22.000 jiwa. Kota ini terletak sekitar 25 kilometer di selatan perbatasan Korea dan sekitar 90 kilometer timur laut Seoul.

Kualitas air sungainya yang sangat bersih menjadi habitat alami sancheoneo, yakni trout gunung yang dijuluki “Ratu Lembah”.

Setiap Januari, ketika lapisan es mencapai ketebalan lebih dari 30–40 sentimeter, kawasan seluas ratusan ribu meter persegi berubah menjadi arena permainan musim dingin raksasa.

Pada penyelenggaraan 2026, festival yang berlangsung selama 23 hari tersebut menarik hampir 1,6 juta pengunjung, termasuk ratusan ribu wisatawan asing. Meski suhu udara dapat turun hingga minus 14 derajat Celsius, antusiasme pengunjung tetap tinggi.

Memancing di Atas Es, Menangkap Sancheoneo

Aktivitas utama yang menjadi jantung festival adalah memancing di atas es untuk menangkap ikan trout gunung atau sancheoneo.

Lebih dari 20.000 lubang dibor di permukaan es, menciptakan pemandangan spektakuler ketika ribuan orang duduk di atas sungai yang membeku dengan pancing di tangan.

Pengunjung tidak perlu menjadi ahli memancing. Staf festival menyediakan pancing sederhana, umpan, serta tas untuk membawa hasil tangkapan.

Pengunjung cukup duduk di tepi lubang berdiameter sekitar 15–20 sentimeter, menurunkan kail, lalu menunggu ikan menyambar. Sensasinya semakin terasa ketika ikan mulai menggigit dan tarikan pancing langsung terasa dari bawah lapisan es.

Sancheoneo hanya hidup di air tawar yang sangat bersih sehingga menangkapnya menjadi pengalaman tersendiri.

Setiap pengunjung biasanya diperbolehkan membawa pulang maksimal tiga ekor ikan. Setelah berhasil menangkap ikan, pengunjung dapat membawanya ke tempat pengolahan yang tersedia di lokasi untuk disantap sebagai hoe atau sashimi, maupun dibakar di atas arang.

Dagingnya dikenal lembut, sedikit manis, dan segar.

Biaya partisipasi sekitar 15.000 won untuk orang dewasa, sementara anak sekolah dasar ke bawah dapat mengikuti secara gratis. Pengunjung juga dapat memilih reservasi secara daring maupun mendaftar langsung di lokasi.

Festival turut menyediakan zona khusus wisatawan asing yang dilengkapi layanan penerjemah. Aktivitas memancing bahkan tersedia pada malam hari dengan pencahayaan yang membuat suasana semakin menarik.

Bagi pengunjung, pengalaman tersebut bukan sekadar kegiatan memancing, tetapi juga kesempatan merasakan kedekatan dengan alam Korea.

Ribuan orang biasanya datang sejak pagi untuk mendapatkan lokasi terbaik sehingga tercipta atmosfer kompetitif yang tetap menyenangkan dan ramah.

Tantangan Ekstrem: Memancing dengan Tangan Kosong

Bagi pencinta tantangan, memancing dengan tangan kosong atau bare-hand fishing menjadi atraksi yang tidak boleh dilewatkan.

Atraksi ini menjadi salah satu kegiatan paling ekstrem dan banyak menarik perhatian pengunjung. Peserta mengenakan kaus berlengan pendek dan celana pendek yang disediakan panitia, kemudian masuk ke kolam dengan air yang sangat dingin untuk mengejar sancheoneo menggunakan tangan kosong.

Suasana pun berubah menjadi penuh teriakan dan tawa. Peserta berusaha menangkap ikan sambil menahan dinginnya air.

Sebagian peserta hanya mampu bertahan satu hingga dua menit sebelum keluar dan menghangatkan kaki di tempat yang telah disediakan.

Namun, mereka yang berhasil menangkap ikan biasanya langsung mendapat tepuk tangan dari penonton.

Kegiatan tersebut digelar secara berkala dengan sistem first come, first served dan memiliki batasan usia demi keselamatan peserta.

Bukan sekadar olahraga, atraksi ini menjadi ujian keberanian yang menawarkan pengalaman unik dan sulit dilupakan.

Bermain Salju dan Kereta Luncur

Festival Hwacheon tidak hanya menawarkan aktivitas memancing. Kawasan ini juga menjadi surga bagi pecinta salju dan es.

Snow sledding dan ice sledding menjadi aktivitas favorit keluarga dan anak-anak. Pengunjung dapat menikmati lereng salju sepanjang sekitar 40 meter serta jalur es yang memiliki panjang hingga 60–100 meter.

Tersedia pula kereta kayu tradisional Korea atau sseolle yang dikendalikan menggunakan kaki, serta inflatable tube yang lebih modern.

Bagi pencinta adrenalin, tersedia pula ice bobsleigh, yakni kereta luncur es yang melaju melalui lintasan berbentuk spiral dengan kecepatan tinggi.

Zona permainan menyediakan berbagai tingkat kesulitan, mulai dari lintasan yang cocok untuk pemula hingga yang lebih menantang.

Pengunjung juga dapat menikmati istana es Eolgomi, patung salju berukuran besar, arena seluncur es, curling, hingga permainan sepak bola di atas es.

Saat malam tiba, kawasan Seondeung Street dihiasi ribuan lentera berbentuk sancheoneo yang dibuat dari hanji, kertas tradisional Korea.

Suasananya semakin semarak dengan musik, pertunjukan, serta berbagai makanan jalanan seperti tteokbokki, odeng, dan kastanye panggang.

Lebih dari Sekadar Festival

Hwacheon Sancheoneo Ice Festival bukan hanya tentang aktivitas fisik. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai atraksi budaya dan kuliner.

Salah satunya adalah plaza patung es dalam ruangan yang terinspirasi dari Festival Es Harbin. Selain itu, tersedia program budaya, zona kuliner berbahan sancheoneo, serta berbagai atraksi lainnya yang berbeda setiap penyelenggaraan.

Festival tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat setempat karena mampu menarik wisatawan dalam jumlah sangat besar setiap tahunnya.

Cara Menuju Hwacheon

Dari Seoul, wisatawan dapat menggunakan bus menuju Terminal Chuncheon, kemudian melanjutkan perjalanan ke Hwacheon. Total perjalanan memakan waktu sekitar 2–2,5 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan moda transportasi yang digunakan.

Wisatawan disarankan datang pada hari kerja untuk menghindari antrean panjang.

Pakaian hangat berlapis, sepatu antiselip, dan sarung tangan juga penting untuk menghadapi suhu yang sangat dingin. Jangan lupa membawa kamera karena hampir setiap sudut festival menawarkan pemandangan menarik untuk diabadikan.

Festival ini menunjukkan bahwa musim dingin bukan sekadar penghalang, tetapi juga kesempatan untuk menciptakan pengalaman baru.

Dari keseruan menarik sancheoneo melalui lubang es, sensasi dingin saat memancing dengan tangan kosong, hingga kegembiraan meluncur dengan kereta salju, semuanya berpadu dalam pengalaman yang menggabungkan alam, budaya, dan hiburan.

Jika Anda ingin merasakan suasana petualangan tersebut dari rumah atau mempersiapkan diri sebelum berkunjung, berbagai simulasi ice fishing juga dapat menjadi alternatif untuk mengenal teknik memancing di atas es.

Jangan biarkan musim dingin berlalu tanpa pengalaman berbeda. Rencanakan perjalanan ke Hwacheon pada Januari mendatang dan rasakan sendiri bagaimana es, salju, serta sancheoneo mengubah liburan menjadi petualangan yang sulit dilupakan. Hwacheon menanti dengan pesona musim dinginnya.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.