ORINEWS.id, BANDA ACEH — Kepala Sekretariat Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Drs. Mahdi Efendi, mendorong agar Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAD PE) tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi diterjemahkan menjadi program dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Mahdi yang juga merupakan anggota tim terpadu pelaksanaan RAD PE menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Ngopi Damai Kesbangpol Aceh di Aula Kesbangpol Aceh, Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).
Menurut Mahdi, upaya pencegahan ekstremisme membutuhkan koordinasi yang kuat serta dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia mengatakan sejumlah tahapan terkait program telah ditetapkan dan selanjutnya perlu dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, pelaksanaan di lapangan juga harus memperhatikan berbagai regulasi yang berkaitan dengan pemerintahan daerah.
“Paling penting, kita dukung bersama, jangan sampai kejadian-kejadian sebelumnya terulang,” ujar Mahdi dalam penyampaiannya.
Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh itu menilai persoalan sosial tidak dapat ditangani hanya oleh satu institusi. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai unsur melalui wadah dan bidang masing-masing.
Mahdi juga menekankan pentingnya dukungan pendanaan agar program yang telah dirancang dapat berjalan secara efektif. Menurutnya, ketika sebuah program telah memiliki dasar dan dukungan pembiayaan, pelaksanaannya harus diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Ia mengingatkan agar pendekatan dalam pelaksanaan program tetap mengedepankan aspek sosial dan kemanusiaan. Pemerintah dan pihak terkait, kata dia, perlu memahami kondisi masyarakat serta potensi persoalan yang berkembang di lapangan.
“Bukan menolong kita, tapi menolong yang membutuhkan,” katanya.
Mahdi juga mendorong koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, dukungan semua pihak diperlukan agar program pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia berharap RAD PE dapat menjadi instrumen bersama untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat Aceh sekaligus mencegah munculnya kembali berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan keharmonisan sosial.
“Saya juga sangat mendukung program kegiatan pada Kesbangpol Aceh ini,” pungkas Mahdi.[]















































































