ORINEWS.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak wacana penempatan Pusat Finansial Internasional (PFI) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Menurutnya, IKN belum menjadi lokasi yang tepat karena dinilai masih terlalu sepi.
“Mungkin enggak, (IKN) terlalu sepi,” ujar Purbaya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Purbaya mengatakan, pemerintah masih membahas sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi Pusat Finansial Internasional. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah Bali.
“Kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali, tapi mungkin ada beberapa titik juga,” ucapnya.
“Yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk international investor,” imbuh Purbaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah berencana membangun Pusat Finansial Khusus (Special Financial Center) guna mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global.
“Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat,” kata Prabowo saat memberikan taklimat kepada para menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga pejabat eselon I kementerian di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurut Prabowo, gagasan tersebut pertama kali diusulkan beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, dengan Bali sebagai lokasi yang direncanakan.
Ia menilai usulan tersebut kini semakin relevan untuk menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global. Prabowo mencontohkan banyak warga negara Rusia dan Ukraina yang memilih menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022.
Selain itu, ia menilai inisiatif tersebut berpotensi menarik investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niat akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
“Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati,” kata Prabowo.












































































