ORINEWS.id, BANDA ACEH – Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia siap mendukung upaya Universitas Syiah Kuala (USK) untuk menjadi Kampus Tanggap Bencana (Resilience University). Dukungan tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, saat melakukan kunjungan audiensi dan diskusi penanggulangan bencana di USK.
Dalam kunjungan tersebut, Lilik Kurniawan hadir bersama jajaran Kemenko PMK dan pakar. Mereka disambut Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA. Turut hadir Sekretaris Universitas, Kepala TDMRC USK, serta Kepala Kantor Kemitraan Global USK.
Lilik Kurniawan mengatakan, Kemenko PMK terus memantau perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki perhatian dan kontribusi terhadap isu kebencanaan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekosistem penanggulangan bencana, tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga riset, inovasi, pengembangan teknologi, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Ia menilai, USK merupakan salah satu perguruan tinggi yang selama ini telah menunjukkan kiprahnya dalam upaya penanggulangan bencana.
“Karena itu, Kemenko PMK melihat adanya ruang yang besar untuk memperkuat kolaborasi dan mendukung langkah USK menuju kampus yang semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko bencana,” ucapnya.
Prof. Heru menyambut baik kunjungan Kemenko PMK. Ia menyampaikan bahwa USK selama ini memiliki komitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang memiliki kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Menurutnya, pengalaman Aceh dalam menghadapi berbagai bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami, menjadi modal penting bagi USK untuk mengembangkan pengetahuan dan keilmuan di bidang kebencanaan. Pengalaman tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Aceh, tetapi juga menjadi pembelajaran yang dapat dikembangkan dan dibagikan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kontribusi besar USK untuk dunia adalah ilmu kebencanaan ini. Aceh dengan pengalaman konflik dan tsunaminya adalah pengalaman berharga bagi USK terhadap ilmu kebencanaan ini,” ujar Prof. Heru.
Untuk itulah, Prof. Heru menilai dukungan Kemenko PMK terhadap USK sangat berarti. Dengan dukungan tersebut, USK dapat terus mengembangkan perannya sebagai pusat pengetahuan dan pembelajaran kebencanaan, sekaligus menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya dalam membangun Kampus Tanggap Bencana atau Resilience University.[]















































































