Rangkaian acara penutupan dimulai dengan penayangan enam video mini project berdurasi 90 detik yang diproduksi oleh para siswa peserta camp. Karya-karya tersebut menampilkan pemahaman siswa mengenai mitigasi bencana, cara membaca informasi cuaca, hingga edukasi upaya penangkalan berita hoaks.
Prof. Muksin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Disaster Science Camp 2026. Dirinya merasa bangga atas semangat para siswa ini dalam mempelajari resiko bencana. Hal ini terlihat dari video yang berhasil mereka kreasikan.
“Saya senang tadi melihat beberapa video yang menarik. Ada video tentang informasi bagaimana membaca informasi cuaca, ada video bagaimana cara kita membaca informasi supaya tidak terpengaruh oleh berita hoaks gitu ya, dan itu menyenangkan sekali,” ucap Prof. Muksin.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi seluruh panitia, narasumber, serta mitra yang terdiri dari Basarnas, BMKG Meteorologi dan Klimatologi, Dinas Pendidikan, Bappenas, hingga BPBD. Dukungan semua pihak ini sangatlah berarti dalam mendukung kesuksesan program edukasi tersebut.
“Melalui kegiatan ini, USK berharap edukasi kebencanaan sejak dini dapat membentuk generasi muda Aceh yang sigap, tanggap, dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan,” ucap Prof. Muksin.
Antusiasme dan dampak positif dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Perwakilan peserta, Fidayani, yang berasal dari SMA Negeri 1 Peukan Bada, Aceh Besar, mengaku mendapatkan banyak wawasan dan pengalaman baru selama mengikuti Disaster Science Camp 2026.
“Di sini kami mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengalaman baru yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya, seperti pelatihan Basic Life Support yang diajarkan oleh Basarnas, serta kunjungan ke BMKG Klimatologi dan Meteorologi, kami di situ bisa melihat bagaimana alat-alat yang digunakan untuk memprediksi cuaca, iklim, dan lain-lain,” ujar Fidayani.
Fidayani berharap Disaster Science Camp 2026 dapat terus dilaksanakan. Ia berkomitmen untuk tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama camp, tetapi juga membagikannya kepada teman-teman lain di luar peserta Disaster Science Camp.[]













































































