TERBARU

InternasionalNews

AS-Iran Kembali Berunding di Doha, Ketegangan Militer Mereda

ORINEWS.id – Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan kembali melanjutkan perundingan teknis di Doha, Qatar, pekan ini. Pertemuan tersebut digelar setelah ketegangan militer dalam beberapa hari terakhir sempat mengganggu implementasi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang disepakati kedua negara pada 17 Juni 2026.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan Washington dan Teheran telah menyepakati penangguhan tindakan militer selama proses negosiasi berlangsung. Langkah itu diharapkan memberi ruang bagi kelanjutan pembahasan teknis yang mencakup seluruh isi kesepahaman.

“Pembicaraan teknis dijadwalkan berlanjut mencakup seluruh aspek MoU,” ujar pejabat AS tersebut.

Ia menambahkan, kedua pihak sepakat menahan diri untuk sementara sehingga aktivitas pelayaran internasional tetap dapat berlangsung tanpa gangguan.

Sejumlah media internasional melaporkan perundingan lanjutan diperkirakan berlangsung di Doha pada Selasa waktu setempat. Pemerintah Amerika Serikat juga disebut telah mengonfirmasi kelanjutan jalur diplomatik tersebut sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.

Salah satu indikator membaiknya situasi keamanan adalah mulai pulihnya aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis itu sebelumnya sempat mengalami gangguan akibat aksi saling serang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Meski demikian, volume lalu lintas kapal belum sepenuhnya kembali normal. Sejumlah operator pelayaran masih melakukan evaluasi risiko keamanan, sementara otoritas maritim tetap menetapkan kawasan Selat Hormuz dalam kategori ancaman tinggi.

Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Oman, Richard Schmierer, menilai keterlibatan Qatar dan Pakistan sebagai mediator turut membuka kembali ruang dialog antara kedua negara.

“Menurut saya, kita mungkin telah melihat mediasi yang baik dari Qatar dan Pakistan dalam upaya membuat kedua belah pihak menahan diri,” ujarnya.

Schmierer menilai Washington dan Teheran telah menggunakan tekanan militer untuk memperkuat posisi tawar masing-masing sebelum kembali menempuh jalur diplomasi.

Di tengah perkembangan tersebut, harga minyak dunia kembali bergerak naik. Minyak mentah Brent tercatat diperdagangkan pada level 72,57 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai 70,11 dolar AS per barel.

Sebelumnya, kawasan Teluk mengalami peningkatan ketegangan menyusul serangkaian insiden yang melibatkan gangguan pelayaran, serangan balasan militer, serta meningkatnya aktivitas keamanan di sekitar Selat Hormuz.

Seiring dimulainya kembali pembicaraan, Iran juga mendorong pembentukan mekanisme pengelolaan Selat Hormuz bersama Oman melalui Komite Bersama Hormuz. Forum tersebut direncanakan membahas koordinasi navigasi, keamanan maritim, serta implementasi pengaturan baru di jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Perundingan di Doha dipandang sebagai momentum penting untuk menguji komitmen Amerika Serikat dan Iran dalam mempertahankan deeskalasi serta mengembalikan stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.