ORINEWS.id, JAKARTA – Kepala Urusan Umum Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong, Deni, mengaku tidak mengetahui sumber anggaran pembangunan 13 rumah dinas yang menjadi sorotan setelah ditemukan Ombudsman.
Deni menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Deni menjelaskan pembangunan 13 rumah dinas berlangsung sejak Januari 2023 dan rampung pada April 2023. Namun, ia mengaku tidak dilibatkan dalam proses pembangunan tersebut meski saat itu menjabat sebagai Kepala Urusan Umum.
Ia juga mengaku tidak mengetahui sumber anggaran yang digunakan untuk pembangunan rumah dinas tersebut.
“Ketika itu saya baru jadi Kepala Urusan Umum, dan jujur, Bapak, untuk pembangunan itu saya sebagai Kaur Umum tidak sama sekali dilibatkan, Bapak. Dan saya jujur, Bapak, saya tidak tahu-menahu dari mana dan apa dan gimana, Bapak,” kata Deni dalam rapat tersebut, seperti dikutip dari wartakota.
Pernyataan itu disampaikan ketika Komisi XIII DPR RI meminta penjelasan mengenai keberadaan dan proses pembangunan rumah dinas di lingkungan Lapas Cibinong.
Deni menerangkan, pembangunan 13 rumah dinas tersebut berlangsung dalam rentang waktu sekitar empat bulan. Namun, ia kembali menegaskan tidak mengetahui secara rinci proses penganggaran maupun pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tersebut.
Keterangan Deni menjadi bagian dari pembahasan mengenai temuan Ombudsman terkait fasilitas rumah dinas di Lapas Cibinong.
Dalam rapat kerja tersebut, Deni menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui secara langsung proses perencanaan maupun sumber pembiayaan pembangunan rumah dinas tersebut.
Keterangan tersebut belum menjelaskan siapa yang mengusulkan pembangunan, nilai anggaran yang digunakan, pos anggaran sumber dana, maupun pihak yang melaksanakan pembangunan 13 rumah dinas itu.
Aspek tersebut menjadi bagian yang perlu didalami lebih lanjut dalam pembahasan mengenai administrasi, perencanaan, dan pertanggungjawaban anggaran pembangunan rumah dinas di lingkungan Lapas Cibinong.
Hingga rapat tersebut berlangsung, Deni menegaskan dirinya tidak mengetahui asal-usul dana yang digunakan untuk membangun 13 rumah dinas tersebut.[]















































































