TERBARU

InternasionalNews

Trump Ancam Tarik Besar-besaran Pasukan AS, NATO Khawatir

ORINEWS.id – Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik pasukan militernya dari Jerman kembali memicu kekhawatiran di kalangan sekutu Barat. Langkah tersebut dinilai berpotensi mengubah keseimbangan pertahanan di kawasan Eropa dan hubungan transatlantik.

Trump menyatakan pengurangan pasukan tidak hanya terbatas pada 5.000 personel seperti yang sebelumnya diumumkan Pentagon, melainkan bisa jauh lebih besar.

“Kami akan mengurangi secara drastis, dan kita akan mengurangi jauh lebih dari 5.000,” kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Minggu (3/5/2026).

Sebelumnya, Pentagon menyebutkan bahwa penarikan 5.000 pasukan akan dilakukan dalam rentang enam hingga dua belas bulan. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk perbedaan sikap antara Amerika Serikat dan sekutu Eropa terkait konflik di Timur Tengah.

Ketegangan semakin memanas setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan Iran telah “mempermalukan” Amerika Serikat dalam perundingan. Pernyataan tersebut memperkeruh hubungan kedua negara.

Aliansi NATO menyatakan tengah berkoordinasi dengan Washington untuk memahami rincian kebijakan tersebut. Juru bicara NATO, Allison Hart, menegaskan bahwa langkah ini menunjukkan pentingnya peningkatan investasi pertahanan oleh negara-negara Eropa.

“Penyesuaian ini menggarisbawahi perlunya Eropa untuk terus berinvestasi lebih banyak dalam pertahanan,” ujarnya.

Data hingga akhir 2025 menunjukkan terdapat 36.436 pasukan aktif AS yang ditempatkan di Jerman, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan Italia dan Spanyol. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyebut rencana tersebut sebenarnya telah diperkirakan sebelumnya.

Di dalam negeri, kebijakan Trump juga memicu kekhawatiran. Sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik, termasuk Roger Wicker dan Mike Rogers, memperingatkan bahwa langkah itu dapat mengirim sinyal yang salah kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mereka menilai, meskipun negara-negara Eropa telah meningkatkan belanja pertahanan, dibutuhkan waktu untuk membangun kapasitas militer yang memadai.

Kebijakan ini juga beriringan dengan langkah proteksionis di sektor perdagangan. Pemerintah AS berencana menaikkan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa dari 15 persen menjadi 25 persen mulai pekan depan.

Trump sejak lama mendorong sekutu Eropa agar lebih mandiri dalam urusan pertahanan. Ia bahkan membuka kemungkinan menarik pasukan dari negara lain seperti Italia dan Spanyol.

“Italia sama sekali tidak membantu kita dan Spanyol sangat buruk,” kata Trump. “Ya, mungkin, saya mungkin akan melakukannya. Mengapa tidak?”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan Berlin siap menghadapi pengurangan pasukan AS dan tengah membahasnya secara intensif dalam kerangka NATO.

Ia menegaskan bahwa pangkalan militer utama AS di Jerman, seperti Pangkalan Udara Ramstein, tetap memiliki peran vital.

Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki “fungsi yang tak tergantikan bagi Amerika Serikat dan bagi kita berdua.” []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.