TERBARU

Ekonomi

Delapan Dekade Bea Cukai, Tegaskan Komitmen Lindungi Masyarakat dan Ekonomi

ORINEWS.id, BANDA ACEH – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menegaskan kembali komitmennya dalam melindungi kepentingan masyarakat dan negara sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Komitmen tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Bea dan Cukai ke-80 yang digelar di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Aceh, Selasa (6/10/2026).

Upacara peringatan dipimpin Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Aceh, Syahril, selaku inspektur upacara.

Dalam amanat Menteri Keuangan Republik Indonesia yang dibacakan pada peringatan tersebut, disampaikan bahwa perjalanan delapan dekade Bea Cukai bukan sekadar catatan sejarah, tetapi menjadi momentum untuk memastikan institusi tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Salah satu mandat penting Bea Cukai adalah mengamankan penerimaan negara. Berdasarkan data CEISA per 30 September 2026, penerimaan Bea Cukai tercatat sebesar Rp240,28 triliun atau 71,51 persen dari target APBN. Angka tersebut tumbuh 8,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penerimaan tersebut menjadi salah satu sumber daya negara untuk membiayai pembangunan, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Namun, peran Bea Cukai tidak hanya berkaitan dengan penerimaan negara. Fungsi pengawasan dan penindakan terhadap penyelundupan serta peredaran barang ilegal juga menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dan perekonomian nasional.

Penindakan terhadap barang ilegal dinilai memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan penghidupan masyarakat. Peredaran pakaian bekas ilegal atau ballpress, misalnya, dapat menggerus pasar bagi penjahit dan industri tekstil dalam negeri.

Begitu pula dengan masuknya beras secara ilegal yang berpotensi merugikan petani sekaligus mengganggu upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Hingga September 2026, pengawasan terhadap komoditas strategis seperti emas juga telah menghasilkan penindakan dengan nilai sekitar Rp1,16 triliun.

Karena itu, pengawasan Bea Cukai tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar jumlah penindakan, tetapi memastikan kewenangan yang dijalankan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melindungi petani, industri dalam negeri, konsumen, serta kepentingan negara.

Di sisi lain, Bea Cukai juga menjalankan fungsi pelayanan dan pemberian fasilitas kepabeanan serta cukai bagi masyarakat dan dunia usaha.

Kemudahan, kecepatan, transparansi, dan kepastian pelayanan diperlukan untuk memperlancar arus barang, meningkatkan daya saing dunia usaha, mendorong ekspor, serta menciptakan iklim kegiatan ekonomi yang kondusif.

Keseimbangan antara pengawasan dan pelayanan tersebut menjadi bagian dari tema Hari Bea dan Cukai ke-80, yakni “Teguh Melindungi, Tumbuh Menguatkan Negeri.”

Makna “Teguh Melindungi” diwujudkan melalui penguatan pengawasan dan penegakan hukum untuk mencegah penyelundupan serta peredaran barang ilegal dan berbahaya.

Sementara itu, “Tumbuh Menguatkan Negeri” diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan, transformasi digital, pemanfaatan data, penguatan manajemen risiko, serta kolaborasi dengan kementerian/lembaga, dunia usaha, dan masyarakat.

Menghadapi perdagangan yang semakin cepat, perkembangan teknologi, serta modus penyelundupan yang semakin beragam, Bea Cukai diarahkan untuk memperkuat pengawasan berbasis risiko dengan memanfaatkan teknologi, analisis data, intelijen, dan sistem peringatan dini.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan tanpa menghambat kelancaran arus barang yang legal.

Peringatan 80 tahun Bea Cukai menjadi momentum untuk mengingat kembali keterkaitan tugas kepabeanan dan cukai dengan kehidupan masyarakat. Pengamanan penerimaan negara, pencegahan peredaran barang ilegal, perlindungan industri dan produksi dalam negeri, serta pemberian kepastian bagi kegiatan ekonomi yang legal merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat negara di tengah masyarakat.

Memasuki delapan dekade pengabdian, Bea Cukai terus diarahkan untuk menjaga kepercayaan publik melalui pelaksanaan tugas yang berintegritas, profesional, berbasis teknologi, serta dapat dipertanggungjawabkan.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.