ORINEWS.id, SOLO – Presiden ke-7 RI Joko Widodo menilai pergantian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) sudah waktunya dilakukan. Listyo tercatat telah memimpin Polri selama sekitar lima tahun delapan bulan.
Jokowi mengatakan pergantian Kapolri merupakan kewenangan dan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
“Itu, kan, (pergantian Kapolri) kewenangan hak prerogatif dari Bapak Presiden Prabowo,” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (1/10/2026), dikutip dari detikJateng.
“Dan juga sudah saatnya Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit ini sudah 5 tahun 8 bulan menjabat sebagai Kapolri. Saya rasa memang sudah saatnya,” sambungnya.
Listyo Sigit sebelumnya dilantik sebagai Kapolri oleh Jokowi pada 27 Januari 2021. Setelah lebih dari lima tahun memimpin Polri, posisinya kini digantikan oleh Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kapolri.
Kedekatan Listyo dengan Jokowi
Listyo Sigit memiliki perjalanan karier yang cukup dekat dengan Jokowi. Hubungan tersebut terjalin ketika Listyo menjabat sebagai Kapolres Solo pada 2011, saat Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo.
Karier Listyo kemudian berlanjut ke tingkat nasional. Setelah Jokowi terpilih menjadi Presiden, Listyo dipercaya menjadi ajudan Presiden pada 2014 hingga 2016.
Setelah itu, ia pernah menjabat sebagai Kapolda Banten. Pada Desember 2019, Listyo dipercaya menduduki posisi Kabareskrim Polri sebelum kemudian dilantik sebagai Kapolri pada Januari 2021.
Jokowi Nilai Suyudi Baik
Jokowi juga memberikan tanggapan mengenai Suyudi Ario Seto yang kini menggantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri.
Menurut Jokowi, Suyudi merupakan sosok yang baik.
“Dan penggantinya saya rasa cukup baik, Pak Suyudi,” kata Jokowi.
Ketika ditanya apakah mengenal Suyudi, Jokowi mengangguk sambil tertawa.
“Kenal,” tuturnya.
Namun, Jokowi mengaku tidak memberikan pesan khusus kepada Suyudi setelah ditunjuk menjadi Kapolri.
“Enggak,” jawabnya sembari tersenyum.
Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pada Kamis pagi, DPR juga menyetujui Suyudi sebagai Kapolri setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.[]














































































