ORINEWS.id, JAKARTA – Arrmanatha Christiawan Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam perombakan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Arrmanatha menggantikan Sugiono yang bergeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Sebelum dilantik sebagai Menlu, Arrmanatha menjabat Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024.
Profil Arrmanatha Christiawan Nasir
Dikutip dari tirto.id, Arrmanatha Christiawan Nasir, yang akrab disapa Tata, lahir pada 30 Desember 1971. Ia merupakan diplomat karier Indonesia dengan pengalaman di bidang diplomasi multilateral, ekonomi dan perdagangan internasional, serta komunikasi publik.
Sebelum menduduki posisi Menteri Luar Negeri, Arrmanatha menjabat Wakil Menteri Luar Negeri sejak 21 Oktober 2024. Dalam posisi tersebut, ia antara lain mewakili Menteri Luar Negeri dalam berbagai forum diplomasi internasional.
Arrmanatha meraih gelar sarjana ekonomi dari University of Buckingham, Inggris, pada 1991–1993. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister administrasi bisnis (MBA) di University of Leicester, Inggris, pada 1993–1994.
Ia selanjutnya menyelesaikan pendidikan magister hubungan internasional di Universitas Indonesia pada 1997–1998.
Sebelum berkarier sebagai diplomat, Arrmanatha sempat bekerja sebagai Financial Institutions Officer di Bank Dagang Negara Indonesia, Jakarta, pada Januari 1996 hingga Agustus 1997.
Kariernya di Kementerian Luar Negeri kemudian membawanya bertugas di Jenewa pada 2001–2004. Saat itu, ia menjadi Sekretaris Kedua sekaligus negosiator untuk Perutusan Tetap RI di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan organisasi internasional lainnya.
Pada 2004–2008, Arrmanatha menjabat Kepala Subdirektorat Pertanian di Direktorat Perdagangan, Industri, dan Hak Kekayaan Intelektual.
Selanjutnya, pada 2008–2012, ia bertugas di Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York. Ia menangani isu ekonomi dan pembangunan di Komite Kedua Majelis Umum PBB serta Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC).
Arrmanatha juga menjadi negosiator bagi kelompok negara berkembang Group of 77 dan China dalam sejumlah resolusi. Pada 2010–2011, ia dipercaya menjadi penasihat ekonomi dan isu negara-negara kurang berkembang bagi Presiden Majelis Umum PBB ke-65.
Namanya semakin dikenal publik setelah dipercaya sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri sekaligus Kepala Biro Dukungan Strategis pada Desember 2014 hingga Juli 2019.
Pada April 2019, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Duta Besar RI untuk Republik Prancis, Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan UNESCO. Jabatan tersebut diembannya hingga 2021.
Setelah itu, Arrmanatha dipercaya sebagai Duta Besar sekaligus Wakil Tetap RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional (International Seabed Authority) di New York pada 2021–2024.
Rekam jejak tersebut kemudian mengantarkannya ke posisi Wakil Menteri Luar Negeri pada Oktober 2024, sebelum akhirnya dilantik sebagai Menteri Luar Negeri pada 1 Oktober 2026.
Harta Kekayaan Arrmanatha Christiawan Nasir
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang tercantum dalam bahan, total harta kekayaan Arrmanatha Christiawan Nasir mencapai Rp16,27 miliar.
Komponen terbesar berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai Rp11.799.524.000 yang terdiri atas enam aset. Salah satu aset terbesar berupa tanah seluas 788 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp9.080.124.000.
Lima aset lainnya berada di Kabupaten/Kota Bogor, yakni tanah dan bangunan seluas 50 meter persegi/100 meter persegi senilai Rp500 juta, tanah seluas 6.000 meter persegi senilai Rp1,2 miliar, tanah seluas 3.000 meter persegi senilai Rp600 juta, tanah seluas 1.722 meter persegi senilai Rp344,4 juta, serta tanah seluas 2.500 meter persegi senilai Rp75 juta.
Untuk kategori alat transportasi dan mesin, Arrmanatha melaporkan kekayaan senilai Rp1.786.450.000. Aset tersebut terdiri atas sepeda motor Honda Scoopy tahun 2014 senilai Rp5 juta dan mobil Land Rover Defender tahun 2015 senilai Rp1.781.450.000.
Harta lainnya terdiri atas harta bergerak lainnya sebesar Rp166 juta, surat berharga Rp2.033.310.555, serta kas dan setara kas Rp483.997.379.
Dalam laporan tersebut tidak tercantum kewajiban atau utang. Dengan demikian, total harta kekayaan Arrmanatha Christiawan Nasir tercatat sebesar Rp16.269.281.934.[]














































































