TERBARU

Internasional

11 Fasilitas Militer AS di Indo-Pasifik Rusak Parah, Pentagon Khawatirkan Kesiapan Tempur

ORINEWS.id, WASHINGTON – Inspektur Jenderal Pentagon pada Kamis (6/8/2026) memperingatkan bahwa sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Indo-Pasifik mengalami kerusakan serius yang berpotensi memengaruhi kesiapan militer Washington.

Temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan inspeksi terhadap 11 fasilitas militer AS di kawasan Indo-Pasifik. Berbagai persoalan ditemukan, mulai dari korosi dan lubang pada bangunan hingga plafon runtuh, jamur, serta keberadaan asbes.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena fasilitas-fasilitas itu dinilai memiliki peran penting dalam strategi AS menghadapi China di kawasan.

Masalah yang ditemukan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur yang menunjang kesiapan tempur, tetapi juga fasilitas yang digunakan personel militer dan keluarga mereka.

Laporan tersebut turut mempertimbangkan masukan dari sejumlah pejabat Pentagon, termasuk pejabat modernisasi infrastruktur, Komando Indo-Pasifik AS, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Mark Sinder, Deputi Asisten untuk Modernisasi Infrastruktur, mengatakan departemen militer bersama para pemangku kepentingan terkait akan memimpin upaya penanganan berbagai kekurangan infrastruktur yang telah diidentifikasi.

Ia mengatakan jadwal rinci untuk memperbaiki seluruh persoalan tersebut akan disusun.

Infrastruktur Penunjang Turut Bermasalah

Selain fasilitas yang berkaitan langsung dengan operasi militer, Inspektur Jenderal Pentagon juga menyoroti kondisi infrastruktur air dan perumahan di wilayah Komando Indo-Pasifik AS.

Meski tidak termasuk dalam kategori kemampuan tempur yang bersifat kritis, fasilitas tersebut dinilai tetap penting untuk mendukung personel militer yang bertugas di kawasan tersebut.

Sejumlah pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya menjelaskan, degradasi parah pada sejumlah fasilitas disebabkan usia bangunan yang sebagian besar dibangun pada era 1970-an.

Faktor lingkungan, seperti gempa bumi dan tsunami, serta keterbatasan personel dan pendanaan, juga disebut turut berkontribusi terhadap kerusakan tersebut.

Kondisi Memprihatinkan di Jepang

Pangkalan Udara Kadena di Okinawa, Jepang, menjadi salah satu fasilitas yang paling disorot dalam laporan tersebut.

Fasilitas ini merupakan salah satu pusat penting kekuatan udara AS di Pasifik dan menyimpan amunisi senilai sekitar 836 juta dollar AS atau sekitar Rp 14 triliun.

Foto yang dilampirkan dalam laporan menunjukkan dinding hanggar berlubang sehingga barang-barang yang disimpan di dalamnya terekspos lingkungan luar. Foto lainnya memperlihatkan bangunan hanggar pesawat yang mengalami kerusakan akibat karat dan korosi.

Di Kadena, yang menampung sekitar 20.000 warga Amerika, sedikitnya 243 rumah terpaksa dikosongkan akibat kerusakan struktur permukaan bangunan atau spalling. Selain itu, 139 rumah lainnya terdampak akibat runtuhnya plafon.

Masalah serupa juga ditemukan di Pangkalan Udara Yokota dan Marine Corps Base Camp Courtney di Jepang.

Pada ketiga fasilitas tersebut, laporan mencatat persoalan pada infrastruktur operasi dan komunikasi, termasuk keberadaan jamur, kerusakan akibat kebakaran, retakan bangunan, kebocoran air, serta timbal dan asbes pada material konstruksi.

Inspeksi juga menemukan masalah pada fasilitas pemeliharaan dan penyimpanan di kedua pangkalan udara tersebut. Kondisi itu menyebabkan sejumlah fasilitas dinilai tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.[source:kompas.com]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.