ORINEWS.id, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 372 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) untuk mendampingi siswa di 73 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui Program Taruna Bhakti 2026.
Para taruna bergabung bersama Taruna Akademi TNI sebagai kakak asuh bagi para siswa dalam rangka mendukung Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah. Program tersebut bertujuan memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan sejak dini.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan keterlibatan Taruna Akpol merupakan implementasi arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang meminta para taruna menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat.
“Polri mendukung penuh Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang unggul. Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI hadir bukan sekadar mendampingi kegiatan siswa, tetapi menjadi kakak asuh yang memberikan keteladanan dalam disiplin, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, serta semangat pengabdian,” ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kehadiran para taruna diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif sehingga para siswa termotivasi meraih cita-cita.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan para taruna memiliki pengalaman menjalani kehidupan berasrama sehingga dapat membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kemandirian, serta membiasakan hidup disiplin.
Selain itu, para taruna juga diminta menjadi kakak pendamping yang penuh empati sekaligus memastikan tidak terjadi perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi selama proses pendampingan berlangsung.
Sebagai tindak lanjut, Polri menempatkan 372 Taruna Akpol di 73 Sekolah Rakyat yang tergabung dalam 29 Subsatuan Taruna (Subsattar). Program tersebut didukung 110 personel pendamping yang terdiri atas 23 perwira menengah, 77 perwira pertama, dan 10 bintara, sehingga total personel Polri yang terlibat mencapai 482 orang.
Program Taruna Bhakti dilaksanakan bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama lima hari, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI membimbing siswa melalui berbagai kegiatan pembentukan karakter.
Kegiatan tersebut meliputi pengenalan tata tertib sekolah dan kehidupan asrama, pembiasaan bangun pagi, manajemen waktu, penataan kamar, menjaga kebersihan, latihan baris-berbaris, pembinaan kepemimpinan, gotong royong, wawasan kebangsaan, kepramukaan, pembinaan karakter, penguatan nilai keagamaan, hingga pemberian motivasi agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
Trunoyudo menegaskan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, humanis, inklusif, dan ramah anak.
“Yang dibangun dalam Program Taruna Bhakti bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Para Taruna Akpol hadir untuk menginspirasi, membimbing, dan mendampingi adik-adik di Sekolah Rakyat melalui keteladanan,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi sarana pembentukan calon perwira Polri agar semakin dekat dengan masyarakat sejak masa pendidikan.
“Melalui pengabdian ini, Taruna Akpol belajar memahami kehidupan masyarakat sekaligus mengasah kepemimpinan, empati, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon pemimpin Polri yang Presisi, humanis, dan selalu hadir untuk masyarakat,” ujarnya.
Program Taruna Bhakti merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial, Akademi TNI, Akademi Kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung keberhasilan Program Sekolah Rakyat dan pembentukan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.[]














































































