BANDA ACEH — Tim pengabdian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) memberikan edukasi literasi digital berbasis permainan kepada siswa SD Negeri 58 Alue Naga, Banda Aceh, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan bertajuk “Penguatan Literasi Digital pada Anak Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Game-Based Learning Ular Tangga Jejak Digital” itu berlangsung di Aula SD Negeri 58 Alue Naga. Kegiatan diselenggarakan oleh tiga dosen FISIP USK, yakni Uswatun Nisa, Cut Lusi Chairun Nisak, dan Nurul Kamaly, bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Salsabila Indri, Zahratul Munira, dan Natasya Syahira.
Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan komunitas Senyum Anak Nusantara (SAN) Chapter Aceh.
Ketua tim pengabdian, Uswatun Nisa, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan panduan kepada siswa SD agar dapat berperilaku secara bertanggung jawab di ruang digital.
Dalam kegiatan itu, tim memperkenalkan permainan literasi bernama Ular Tangga Jejak Digital yang dikembangkan bersama mahasiswa. Permainan tersebut memadukan konsep ular tangga dan monopoli dengan materi literasi digital yang terdapat pada setiap kotak permainan dan kartu.
Nisa menjelaskan terdapat empat aspek literasi yang diperkenalkan melalui permainan tersebut, yakni mengakses (access), menganalisis (analyze), mengevaluasi (evaluate), dan memproduksi (create). Keempat aspek itu merupakan kerangka literasi media yang digagas UNESCO.
Menurut Nisa, tingkat literasi digital pemain pada setiap aspek dapat diukur melalui kartu-kartu pertanyaan. Pemain harus menjawab pertanyaan untuk dapat melangkah maju, sementara kartu jawaban yang disediakan juga menjadi sarana pembelajaran selama permainan berlangsung.
“Awal mula pembuatan game ular tangga jejak digital adalah karena kami melihat belum adanya pembelajaran tentang literasi media, termasuk literasi digital pada siswa di banyak SD di Banda Aceh. Padahal literasi media harus diajarkan kepada anak sejak dini. Sehingga kami berpikir, media apa yang bisa membuat anak lebih semangat untuk belajar literasi,” ungkap Nisa.
Menurut dia, literasi digital penting diajarkan kepada anak usia sekolah dasar karena banyak anak telah menggunakan media sosial, bermain game, dan menggunakan smartphone secara intensif. Namun, sebagian dari mereka belum mendapatkan panduan khusus mengenai penggunaan media digital secara bijaksana.
Di sisi lain, kata Nisa, ancaman di ruang digital semakin beragam dan dapat menyasar kelompok rentan, termasuk anak-anak.
“Kami menyasar kelompok anak karena mereka masuk ke dalam salah satu kelompok rentan dalam konteks literasi media. Tim juga fokus untuk memberikan edukasi pada siswa kelas 6 SD, karena mereka akan segera beralih ke jenjang SMP, yang membuat mereka akan lebih intens menggunakan media-media digital baik untuk kepentingan hiburan maupun pendidikan,” terang Nisa.
Kepala SD Negeri 58 Alue Naga, Nurlisma, mengapresiasi kegiatan edukasi yang diberikan tim pengabdian USK. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu siswa menjadi lebih bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.
Nurlisma juga berharap edukasi serupa dapat dilakukan lebih sering karena di sekolahnya belum terdapat mata pelajaran yang secara khusus menyasar aspek literasi media.
“Kami berharap agar para siswa bisa menambah pengetahuan mereka, dan mengubah sikap mereka menjadi lebih cerdas dalam bermedia,” harap Nurlisma.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian menyerahkan beberapa set permainan Ular Tangga Jejak Digital kepada pihak sekolah. Tim juga memberikan sejumlah modul literasi digital anak yang disusun sebagai panduan memahami literasi digital sekaligus cara memainkan permainan tersebut.
“Penyerahan game dan modul ini kami lakukan dengan harapan pihak sekolah bisa mengajarkan literasi digital kepada para siswa secara berkelanjutan,” ujar Nisa.
Nisa mengatakan papan permainan tersebut dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia. Namun, kartu permainan perlu disesuaikan dengan usia dan pengalaman pemain dalam menggunakan media digital.
Sebagai tindak lanjut, Nisa dan tim berencana mengembangkan permainan tersebut sebagai media edukasi lintas generasi sehingga dapat digunakan untuk memberikan pembelajaran literasi digital kepada berbagai kalangan.
Kegiatan pengabdian tersebut merupakan bagian dari hibah pengabdian yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) USK melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKMBPB) 2026.













































































