TERBARU

TeknologiPendidikan

Peneliti USK Presentasikan Riset AI di Konferensi IEEE ICIP 2026 Finlandia

ORINEWS.id, BANDA ACEH — Dosen Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Kahlil Muchtar, S.T., M.Eng., mewakili Indonesia untuk mempresentasikan riset kecerdasan buatan (AI) pada IEEE International Conference on Image Processing (ICIP) 2026 di Tampere, Finlandia.

Kahlil yang merupakan IEEE Senior Member dan penerima Anugerah Nasional Diktisaintek 2024 mempresentasikan risetnya dalam konferensi internasional yang mempertemukan peneliti dari berbagai negara, termasuk Finlandia, Arab Saudi, Taiwan, Amerika Serikat, Italia, Jerman, Prancis, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Belgia.

IEEE ICIP 2026 merupakan penyelenggaraan ke-33 konferensi tersebut sejak pertama kali digelar pada 1994. Tahun ini, kegiatan tersebut berlangsung di Tampere, kota terbesar ketiga di Finlandia yang juga memiliki sejarah dalam perkembangan teknologi telepon seluler.

Konferensi tersebut turut didukung sejumlah perusahaan teknologi dan industri global, di antaranya Google, Meta, Nokia, Mitsubishi Electric, Huawei, dan Ericsson.

Dalam forum tersebut, Kahlil mempresentasikan makalah berjudul “A GELU-Activated Video Anomaly Detection Model on Edge-AI Devices” dalam workshop MMForWild.

Riset tersebut merupakan bagian dari pengembangan berkelanjutan di bidang Video Anomaly Detection yang dilakukan Kahlil bersama tim COMVISLAB-USK. Teknologi yang dikembangkan ditujukan untuk mendeteksi berbagai anomali dalam video secara otomatis dengan pendekatan kecerdasan buatan yang efisien.

Deteksi tersebut mencakup sejumlah kejadian, seperti perkelahian, ledakan, pencurian, dan penembakan.

Riset tersebut juga merupakan hasil kolaborasi antara akademisi, industri teknologi, dan peneliti dari sejumlah institusi luar negeri.

Tim penulis terdiri atas akademisi USK, yakni Kahlil Muchtar, Al Bahri, dan Yudha Nurdin. Mereka berkolaborasi dengan praktisi industri dari Nodeflux Indonesia, Oky Firmansyah, dan Google Indonesia, Alvin Prayuda Juniarta Dwiyantoro.

Kolaborasi tersebut juga melibatkan Martha Arbayani Zaidan dari University of Helsinki, Finlandia; Abdallah Namoun dari Islamic University of Madinah, Arab Saudi; serta Chih-Yang Lin dari National Central University, Taiwan.

Kahlil mengatakan pencapaian tersebut didukung sejumlah skema hibah riset, antara lain Kedaireka/Dana Padanan (PDP) untuk hilirisasi produk AI, Riset Terapan Kompetitif Nasional (BIMA PTKN), serta Hibah Lektor Kepala LPPM USK untuk pengembangan efisiensi algoritma visi komputer.

“Sinergi antara riset akademik, hibah nasional, serta keterlibatan industri ini melahirkan solusi visi komputer yang responsif dan efisien untuk diimplementasikan langsung pada perangkat keras Edge-AI,” ujar Kahlil.

Menurut Kahlil, pendekatan berbasis AI tersebut memungkinkan sistem mendeteksi berbagai skema anomali secara otomatis sekaligus meningkatkan efisiensi penerapannya pada perangkat Edge-AI.

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA, menyambut capaian tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor dan negara menjadi bagian penting dalam pengembangan riset yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

“Kolaborasi lintas sektor dan negara ini menjadi bukti nyata komitmen USK menuju World Class University yang berdampak langsung bagi kemajuan industri dan masyarakat,” tutur Heru.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.