TERBARU

Pendidikan

Gandeng Lintas Kampus, USK Implementasi Mesin Pencacah Daging untuk UMKM Abon Lampulo

ORINEWS.id, BANDA ACEH – Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) Tahun 2026 yang mengangkat tema “Implementasi Teknologi Pengolahan dan Standardisasi Mutu Abon dan Keumamah melalui Kolaborasi Perguruan Tinggi”, tim pelaksana mengimplementasikan teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin pencacah daging ikan kepada kelompok mitra Abon Lam Pulo di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang melibatkan 20 peserta dari unsur anggota kelompok mitra dan pengolah produk abon ikan tersebut dirancang untuk menjawab kendala utama di lini produksi.

Sebelum penerapan mesin, proses pencacahan daging ikan masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu relatif lama, menguras tenaga, serta menghasilkan ukuran serat yang kurang seragam. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi efisiensi kerja dan konsistensi mutu produk akhir.

Program kolaboratif ini diketuai oleh Dr. Mustaqimah, S.TP., M.Sc., dengan anggota yang terdiri atas Prof. Dr. Nirwana, S.E., M.Si., Ak., CA. dari Universitas Hasanuddin; Dr. Rahmah Hayati, S.TP., M.Agr. dari Universitas Abulyatama; serta Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., Dr. Raida Agustina, S.TP., M.Sc., Dr. Ir. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si., IPU., dan Dr. Ir. Aris Munandar, S.TP., MT., dari Universitas Syiah Kuala.

Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan melibatkan dua mahasiswa, yakni Luna Luthfiya dan Nazira Anatasa.

Ketua Pelaksana PMKI 2026, Dr. Mustaqimah, menjelaskan bahwa penyerahan mesin pencacah tersebut bukan sekadar bantuan peralatan, melainkan bentuk intervensi teknologi yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas usaha mitra.

“Dengan demikian, pemberian mesin pencacah tidak hanya diposisikan sebagai bantuan peralatan, tetapi sebagai intervensi teknologi yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas usaha kelompok mitra,” ujar Mustaqimah.

Ia menambahkan, agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendampingan komprehensif yang mencakup peningkatan teknik pengolahan, standardisasi mutu, penerapan sanitasi dan higiene, pengemasan, branding, hingga pengembangan pemasaran produk abon dan keumamah.

Mesin pencacah daging ikan yang diimplementasikan memiliki kapasitas 20 kilogram per jam dan dirancang khusus untuk mempercepat proses produksi serta menghasilkan ukuran cacahan yang lebih seragam.

Dalam kegiatan tersebut, tim turut memberikan sosialisasi mengenai struktur mesin, prinsip kerja, prosedur pengoperasian, aspek keselamatan, hingga kebersihan alat. Peserta kemudian diberikan kesempatan untuk mencoba langsung agar mampu mengoperasikan mesin secara mandiri.

Kepala Pusat Riset Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian (PUSMEPTAN) USK, Dr. Muhammad Dhafir, menyambut baik serta memberikan dukungan penuh atas terlaksananya program pengabdian lintas institusi tersebut.

“Kami terus melakukan pendampingan dan juga memfasilitasi riset dan pengembangan mesin serta peralatan yang diimplementasikan oleh tim pengabdi. Semua mesin-mesin tersebut dikembangkan dan dirakit di PUSMEPTAN dengan desain teknik yang presisi dan penuh inovasi,” sebut Dhafir.

Respons positif turut disampaikan Ketua Kelompok Abon Lam Pulo, Nurhayati. Menurutnya, kehadiran mesin pencacah tersebut memberikan perubahan yang sangat signifikan bagi kelangsungan usaha mereka.

“Mesin ini bekerja sangat cepat dibandingkan proses yang selama ini dilakukan secara manual, dan ukuran cacahan juga lebih seragam,” ungkap Nurhayati.

Ia berharap efisiensi waktu dan tenaga kerja tersebut dapat mendongkrak kapasitas produksi secara bertahap, sekaligus memastikan kualitas produk yang lebih homogen dari segi tekstur dan penampilan pada proses pengolahan lanjutan.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.