ORINEWS.id, SABANG — Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan III Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah Sabang yang dirangkaikan dengan peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah Sabang.
Sebanyak 54 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga Islam.
Berdasarkan laporan akademik panitia, seluruh rangkaian evaluasi tugas akhir atau skripsi dan verifikasi kelengkapan administrasi akademik telah diselesaikan sebelum penetapan kelulusan.
Dari 54 lulusan tersebut, sebanyak 37 orang berasal dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan 17 orang dari Program Studi Hukum Keluarga Islam. Capaian akademik para lulusan juga tercatat cukup baik, dengan 16 mahasiswa meraih predikat cumlaude, 24 orang predikat istimewa, dan 14 orang predikat baik sekali.

Sebelum menghadiri prosesi tersebut, Wali Kota Sabang turut menjemput langsung rombongan pendiri STIS Al-Aziziyah, Abu Syaikh H. Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi, bersama Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Aziziyah Samalanga, dr. Tgk. Muhammad Thaifur, di Pelabuhan Balohan.
Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menyampaikan selamat kepada para wisudawan STIS Al-Aziziyah Sabang sekaligus menyambut baik peresmian Dayah Raudhatul Muna Al-Aziziyah Sabang.
Menurutnya, kehadiran lembaga pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda Sabang, sekaligus memperkuat pembinaan ilmu dan agama di daerah. Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan diri setelah menyandang gelar sarjana.
“Adik-adik jangan pernah berhenti belajar. Teruslah berinovasi dan manfaatkan peluang yang ada di Sabang. Yang paling penting, jangan lupa doa orang tua dan guru, karena keberhasilan kita tidak terlepas dari doa dan bakti kepada mereka,” kata Zulkifli di Kampus STIS Al-Aziziyah Sabang, Rabu (16/9/2026).
Sementara itu, Abu Mudi mengatakan pendidikan Islam bukan sekadar upaya mencetak sarjana, tetapi merupakan ikhtiar membangun manusia yang berilmu, beriman, dan berakhlak. Menurutnya, momentum wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Wisuda bukan akhir dari belajar, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jadilah sarjana yang bermanfaat, berintegritas, memiliki kompetensi, dan tetap beriman serta beradab,” ujar Abu Mudi.
Abu Mudi menilai keberadaan STIS Al-Aziziyah bersama Dayah Raudhatul Muna memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan Islam di Sabang. Ia berharap keduanya dapat tumbuh bersama, dengan perguruan tinggi memperkuat kemampuan akademik dan dayah membentuk ilmu agama, adab, serta karakter generasi muda.
Ia juga mengajak pemerintah, ulama, akademisi, masyarakat, dan alumni untuk bersama-sama mendukung pengembangan STIS Al-Aziziyah agar terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi Sabang, Aceh, dan Indonesia.[]










































































