ORINEWS.id – Iran menegaskan akan membalas kematian pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan pembalasan akan dilakukan pada waktu yang dinilai tepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, menjelang pelaksanaan pemakaman kenegaraan Khamenei.
“Kepalan tangan Pemimpin yang gugur pada saat wafatnya akan tetap menjadi simbol abadi doktrin keamanan nasional Iran,” kata Zolqadr dalam pernyataan yang dikutip media Iran, Press TV, Kamis (2/7/2026).
Zolqadr merupakan komandan veteran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang diangkat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi pada 24 Maret 2026, menggantikan Ali Larijani yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Ia menegaskan, Iran belum menutup peluang untuk membalas kematian Khamenei maupun korban lain dalam konflik tersebut.
“Berkas pembalasan atas darah suci Khamenei yang Agung dan para martir Iran yang tertindas tetap terbuka,” tegas Zolqadr.
Ia juga memperingatkan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kematian Khamenei akan menerima balasan.
“Para pelaku dan mereka yang memerintahkan kejahatan ini, pada waktu yang tepat — yang tidak akan lama lagi — akan menghadapi hukuman yang setimpal di tangan ‘unsur-unsur yang benar’,” ujarnya.
Pemakaman Digelar Sabtu
Di sisi lain, Iran tengah mempersiapkan pemakaman kenegaraan untuk Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/7/2026).
Foto berukuran besar Khamenei telah dipasang di kompleks Grand Mosalla, Teheran, sementara para pekerja menyiapkan lokasi yang diperkirakan akan dipadati jutaan pelayat.
Pemakaman yang sempat tertunda akibat memanasnya konflik di Timur Tengah itu kini digelar ketika Iran dan Amerika Serikat berada dalam masa gencatan senjata setelah tercapainya perjanjian awal untuk mengakhiri konflik.
Khamenei, yang menjadi pemimpin spiritual bagi banyak umat Syiah, meninggal dunia pada usia 86 tahun di kediamannya di pusat Teheran pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan hari pertama pecahnya perang.
Jenazahnya akan disemayamkan di kompleks Grand Mosalla atau Imam Khomeini Mosalla, yang selama ini menjadi lokasi salat Jumat, upacara kenegaraan, dan kegiatan keagamaan berskala besar di Iran.
Selain Khamenei, jenazah anggota keluarganya yang turut menjadi korban dalam serangan tersebut juga akan disemayamkan di lokasi yang sama.
Pemerintah Iran memperkirakan antara 15 juta hingga 20 juta orang akan menghadiri prosesi pemakaman itu, sehingga berpotensi menjadi pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran. []













































































