ORINEWS.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik yang inklusif melalui Pelatihan Pelayanan Publik bagi Kelompok Rentan yang digelar pada Selasa (19/5/2026) di Aula BBPOM Aceh.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi petugas pelayanan dalam melayani kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas tuli dan netra. Pelatihan dibuka oleh Ketua Tim Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, serta diikuti 30 peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai bidang, Dharma Wanita, frontliner, dan petugas keamanan BBPOM Aceh.
Sejumlah narasumber turut dihadirkan, di antaranya guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Banda Aceh, Fitriyanti dan Karmila Mustika Hayati, yang memberikan materi terkait pelayanan komunikasi bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, turut hadir narasumber tunarungu dan tunawicara, Mira Miranda, yang mendampingi praktik langsung pada hari pertama pelatihan, serta narasumber tunanetra, Muzarifah, yang memberikan edukasi huruf braille sekaligus praktik pelayanan di ruang layanan BBPOM Aceh.
Dalam sambutannya, Desi Ariyanti Ningsih menegaskan pentingnya pelayanan publik yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Pelayanan publik yang baik harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh petugas pelayanan BBPOM Aceh semakin memahami cara berkomunikasi dan memberikan pelayanan yang tepat bagi kelompok rentan, sehingga tercipta pelayanan yang lebih humanis, responsif, dan inklusif,” ujarnya.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi teori dan praktik langsung, mulai dari teknik komunikasi dasar dengan penyandang tunarungu dan tunawicara hingga pengenalan huruf braille serta simulasi pelayanan bagi penyandang tunanetra di area layanan publik.
Salah satu narasumber, Fitriyanti, mengapresiasi langkah BBPOM Aceh yang dinilai menunjukkan kepedulian terhadap pelayanan inklusif.
“Kami sangat mengapresiasi BBPOM Aceh yang telah menghadirkan pelatihan seperti ini. Kesadaran dan kepedulian terhadap pelayanan bagi penyandang disabilitas merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan pelayanan publik yang lebih inklusif dan nyaman bagi semua,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Muzarifah menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas komunikasi antara petugas dan penyandang disabilitas.
“Ketika petugas memahami cara berkomunikasi dengan kami, tentu pelayanan akan terasa lebih mudah, nyaman, dan setara,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BBPOM Aceh berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan sehari-hari, sehingga terwujud layanan publik yang semakin inklusif, ramah disabilitas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. []












































































