TERBARU

InternasionalNews

Mojtaba Khamenei “Usir” AS dari Teluk, Klaim Kelola Selat Hormuz demi Stabilitas Kawasan

ORINEWS.id — Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat. Dalam pesan tertulisnya pada Kamis (30/4/2026), ia menyebut kehadiran AS tidak memiliki tempat di kawasan Teluk. Di saat yang sama, Iran mengklaim akan mengatur “manajemen baru” atas Selat Hormuz yang disebut membawa dampak positif bagi kawasan.

Pernyataan ini muncul saat negosiasi damai antara AS dan Iran belum mencapai kesepakatan, di tengah gencatan senjata yang berlangsung sejak 7 April 2026.

Mojtaba Khamenei “Usir” AS

Dilansir The Times of Israel, Mojtaba Khamenei menyampaikan sikap tegas terhadap Amerika Serikat melalui pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah. Ia menegaskan bahwa pihak asing tidak memiliki tempat di kawasan Teluk.

“Dengan bantuan dan kekuatan Tuhan, masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa Amerika, yang melayani kemajuan, kenyamanan, dan kesejahteraan rakyatnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa negara-negara di sekitar Teluk memiliki nasib yang sama dan pihak luar tidak berhak ikut campur.

“Kami dan para tetangga kami di seberang perairan Teluk Persia dan Teluk Oman memiliki takdir bersama. Orang asing yang datang dari ribuan kilometer dengan keserakahan dan niat jahat tidak memiliki tempat di sana—kecuali di dasar perairannya,” kata Mojtaba.

Iran Akan Kendalikan Selat Hormuz

Sementara itu, menurut laporan Reuters, Mojtaba menyebut Iran tengah membuka babak baru dalam pengelolaan kawasan Teluk dan Selat Hormuz sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari.

Ia menegaskan bahwa Teheran akan mengamankan kawasan tersebut serta menghentikan apa yang disebutnya sebagai “penyalahgunaan musuh” di jalur perairan strategis itu. Menurutnya, “manajemen baru” atas Selat Hormuz akan membawa dampak positif bagi negara-negara di kawasan.

“Manajemen baru atas selat Hormuz akan membawa ketenangan, kemajuan, dan manfaat ekonomi bagi seluruh negara Teluk,” ujarnya.

Dampak Global

Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang masih tegang antara Iran dan Amerika Serikat. Meski gencatan senjata rapuh sedang berlangsung, kedua pihak masih terlibat kebuntuan terkait Selat Hormuz. Amerika Serikat disebut melakukan blokade laut untuk menekan ekspor minyak Iran, sementara Iran tetap mempertahankan kendalinya atas jalur tersebut.

Kondisi ini turut memicu lonjakan harga minyak dunia, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global.

Di sisi lain, Khamenei juga menegaskan bahwa Iran tidak akan melepaskan program nuklir dan misilnya. Ia menyebut kemampuan tersebut sebagai aset nasional yang akan terus dijaga.

“Sembilan puluh juta rakyat Iran yang bangga dan terhormat menganggap seluruh kapasitas berbasis identitas, spiritual, manusia, ilmiah, industri, dan teknologi Iran—dari nanoteknologi dan bioteknologi hingga kemampuan nuklir dan misil—sebagai aset nasional, dan akan melindunginya seperti mereka melindungi perairan, daratan, dan wilayah udara negara,” kata Mojtaba. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.