ORINEWS.id – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, umat Islam semakin meningkatkan kualitas ibadah, khususnya pada malam-malam terakhir yang diyakini penuh dengan keberkahan dan ampunan. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperbanyak amal, termasuk melaksanakan shalat tarawih dengan penuh kekhusyukan.
Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Setiap malamnya memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana disebutkan dalam berbagai kitab, termasuk Durratun Nashihin. Pada malam ke-30, terdapat fadhilah luar biasa bagi orang yang melaksanakan Shalat tarawih dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Pada hakikatnya, setiap hari dalam bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri, terutama bagi umat muslim yang senantiasa melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, seperti shalat tarawih berjamaah.
Pada Ramadhan 1447 H yang tengah berlangsung, shalat tarawih menjadi salah satu amalan utama yang dianjurkan untuk memperkuat keimanan sekaligus mengharap ampunan dari Allah SWT.
Salah satu malam yang memiliki keutamaan besar adalah malam terakhir atau malam ke-30 Ramadhan, yang diyakini menyimpan banyak keberkahan bagi mereka yang menunaikan shalat tarawih dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.
Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-30
Dalam Durratun Nashihin disebutkan bahwa pada malam ke-30, Allah memberikan balasan yang sangat agung kepada hamba-Nya yang telah menjalankan Shalat tarawih selama sebulan penuh. Diriwayatkan dalam kitab tersebut:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّلاَثِيْنَ يَقُوْلُ اللهُ يَاعَبْدِى كُلْ مِنْ ثِمَارِ اْلجَنَّةِ وَاغْتَسِلْ مِنْ مَاءِ السَّلْسَبِيْلِ وَاشْرَبْ مِنَ اْلكَوْثَرِ اَنَارَبُّكَ وَاَنْتَ عَبْدِى
Artinya: Pada malam ketiga puluh, Allah berkata: “Makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air Salsabil, dan minumlah di telaga Kautsar. Sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku.”
Makna dan Hikmah dari Fadhilah Ini
Ganjaran surga yang disebutkan dalam riwayat tersebut menggambarkan kesempurnaan balasan bagi mereka yang istiqamah dalam beribadah selama Ramadhan. Buah-buahan surga menjadi simbol kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia.
Selain itu, air Salsabil yang disebut sebagai salah satu mata air di surga melambangkan kesucian dan pembersihan dari dosa. Sedangkan minum dari telaga Kautsar mencerminkan kebahagiaan dan kepuasan hakiki yang dijanjikan bagi umat yang taat.
Di sisi lain, penyebutan hubungan antara hamba dan Tuhan dalam riwayat tersebut menjadi pengingat akan kedekatan spiritual yang dapat diraih melalui ibadah yang ikhlas.
Shalat tarawih pada malam ke-30 pun dipandang sebagai puncak dari rangkaian ibadah malam di bulan Ramadhan. Bagi mereka yang menjalankannya dengan penuh keimanan, malam ini diyakini menjadi penutup yang penuh kemuliaan.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, umat Islam diharapkan dapat memaksimalkan ibadah hingga penghujung Ramadhan, agar termasuk golongan yang mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. []
















































































