TERBARU

InternasionalNews

Bukan Soal Narkoba, Perang AS terhadap Venezuela Dinilai untuk Gulingkan Rezim

ORINEWS.id – Mantan pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn, mengecam rencana Amerika Serikat (AS) yang disebut sedang menyiapkan pengerahan militer besar-besaran di Karibia dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, langkah tersebut bukanlah operasi antinarkoba, melainkan kedok untuk menggulingkan pemerintahan Venezuela.

Dalam artikel yang diterbitkan oleh Stop the War Coalition UK, Corbyn menulis bahwa Washington akan menempatkan lebih dari 10.000 personel militer di atas sepuluh kapal perang—termasuk kapal selam nuklir, kapal perusak, dan kapal penjelajah rudal—untuk berpatroli di lepas pantai Venezuela.

“Setidaknya tujuh kapal kecil yang diduga membawa narkotika telah dibom, menewaskan lebih dari 30 orang. Tidak ada identitas, tidak ada bukti, tidak ada proses hukum. Ini adalah pembunuhan di luar hukum, bukan operasi antinarkoba,” kata Corbyn.

Ia menilai, tudingan Presiden AS Donald Trump bahwa kapal-kapal itu bertanggung jawab atas kematian 25.000 warga Amerika hanyalah pembenaran semu. “Penyebab sebenarnya penyalahgunaan narkoba di AS—kemiskinan, eksploitasi, dan pencucian uang—tidak pernah diatasi,” tulisnya.

Kendali atas Minyak dan Hegemoni

Corbyn menegaskan bahwa motif sebenarnya di balik peningkatan militer itu adalah perebutan kendali atas cadangan minyak Venezuela yang sangat besar. “Selama beberapa dekade, Washington berusaha membalikkan Revolusi Bolivarian yang mendistribusikan kekayaan minyak dari elit kepada rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, agresi AS terjadi di tengah meningkatnya hubungan negara-negara Amerika Latin dengan kelompok BRICS—terutama Tiongkok—yang menantang dominasi AS di kawasan tersebut. “Sanksi terhadap Kuba, Nikaragua, dan Venezuela adalah bagian dari kampanye imperialis yang lebih luas,” kata Corbyn.

Kemunafikan dan Intervensi Selektif

Corbyn juga menyoroti standar ganda Washington dalam urusan luar negeri. “Sementara AS mendorong pergantian rezim di Venezuela, mereka menutup mata terhadap krisis ekonomi dan korupsi di Argentina yang dipimpin oleh presiden sayap kanan yang mereka dukung,” tulisnya.

Ia menegaskan, pesan yang sebenarnya jelas: intervensi militer bukan tentang demokrasi atau hak asasi manusia, melainkan soal kendali strategis dan ekonomi.

Corbyn memperingatkan bahwa perang yang didorong AS akan menghancurkan rakyat Venezuela dan mengancam stabilitas kawasan. Ia menyebut sejumlah negara, termasuk Kolombia, Brasil, dan Barbados, telah menyuarakan penolakan terhadap militerisasi yang dilakukan Washington.

“Perang ini hanya melayani kepentingan segelintir orang: perusahaan minyak, pedagang senjata, dan elite politik,” tulis Corbyn. “Inggris seharusnya tidak lagi berdiam diri menghadapi kebijakan destruktif ini.”

Corbyn menutup artikelnya dengan peringatan keras: apa yang disebut “Perang Melawan Narkoba” di Karibia hanyalah kedok imperialisme, dan korban nyatanya sudah berjatuhan—tanpa identitas, tanpa pengadilan, dan dibom di laut. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.