ORINEWS.id – Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyerahkan dua jenazah tawanan Israel pada Kamis (30/10/2025) pukul 16.00 waktu Gaza melalui Palang Merah. Penyerahan ini dilakukan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tawanan Banjir Al-Aqsa. Pada Kamis malam, pasukan pendudukan Israel mengonfirmasi telah menerima jenazah kedua tawanan tersebut.
Dikutip dari Al Mayadeen, Jumat (31/10/2025), dua hari sebelumnya, Hamas telah mengumumkan penemuan jenazah tawanan Israel, Amiram Cooper dan Saher Baruch. Satu jenazah dilaporkan ditemukan di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, sementara satu lainnya ditemukan di kamp pengungsi Nuseirat di pusat Jalur Gaza.
Dengan penyerahan terakhir ini, 11 jenazah Israel masih berada di Gaza. Hamas diperkirakan akan menyerahkan jenazah-jenazah tersebut setelah ditemukan. Pihak Israel memperkirakan bahwa belum ada informasi terkonfirmasi mengenai setidaknya lima jenazah, yang berarti jenazah-jenazah tersebut mungkin tidak akan diserahkan dalam waktu dekat.
Pelanggaran Israel Hambat Pemulihan Jenazah
Brigade Al-Qassam sebelumnya menunda penyerahan kedua jenazah sebagai tanggapan atas pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata. Penundaan itu terkait dengan pemboman udara besar-besaran di Gaza, meskipun telah ada upaya intensif untuk memulihkan jenazah. Proses pemulihan membutuhkan peralatan dan mesin dari Mesir yang terbatas untuk memasuki Gaza.
Brigade menekankan bahwa eskalasi militer Israel yang sedang berlangsung sangat menghambat upaya pencarian, penggalian, dan pemulihan jenazah.
“Setiap eskalasi Israel akan menunda pemulihan lebih banyak jenazah,” bunyi pernyataan Brigade Al-Qassam, menyoroti bahwa tindakan pendudukan menghambat kemajuan dalam menemukan dan mengidentifikasi jenazah korban. []















































































