TERBARU

InternasionalNews

Israel Langgar Gencatan Senjata Gaza, Hamas Beri Respons Tegas

ORINEWS.id – Gerakan Hamas mengecam keras serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza yang dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap perjanjian gencatan senjata. Hamas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi upaya Israel memaksakan kondisi baru di bawah tekanan militer.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (29/10/2025), Hamas menyebut eskalasi terbaru di Gaza menunjukkan niat Israel untuk menggagalkan perjanjian gencatan senjata yang disepakati di Sharm el-Sheikh dengan mediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Gerakan itu menegaskan bahwa pihak pendudukan Israel harus memikul tanggung jawab penuh atas meningkatnya kekerasan di Gaza. Hamas memperingatkan, agresi berkelanjutan dapat mengguncang kestabilan dan meruntuhkan gencatan senjata yang masih rapuh.

“Dunia harus menyadari bahwa darah anak-anak dan perempuan kami tidaklah murah,” bunyi pernyataan Hamas. Kelompok itu menambahkan bahwa faksi-faksi perlawanan di Gaza tetap bersatu dan berkomitmen pada kesepakatan yang berlaku, namun siap memberikan respons terhadap setiap pelanggaran.

Bantah Terlibat dalam Insiden Rafah

Hamas juga membantah keterlibatan dalam insiden penembakan di Rafah, Gaza bagian selatan. Mereka menegaskan tetap berpegang pada perjanjian gencatan senjata, sambil menuduh Israel mengarang alasan untuk membenarkan serangan baru.

Gerakan tersebut menyebut pemboman yang menargetkan wilayah sipil sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan yang berlaku. Hamas memperingatkan bahwa tindakan semacam itu bisa memicu eskalasi yang tak terkendali di Gaza.

Lebih jauh, Hamas mengecam keras dukungan berkelanjutan pemerintah Amerika Serikat terhadap Israel, dengan menyebutnya sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam pertumpahan darah rakyat Palestina. Dalam pernyataannya, Hamas menilai sikap diam Washington justru memperkuat agresi terhadap Gaza.

Seiring meningkatnya ketegangan, Hamas memperingatkan bahwa perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Presiden Trump kini terancam gagal. Meski demikian, kelompok itu menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan kesepakatan selama Israel tidak melanjutkan serangan.

Serangan terbaru Israel dikabarkan menewaskan sedikitnya 100 warga Palestina dan merusak sejumlah permukiman di Jalur Gaza. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.