ORINEWS.id – Sejumlah negara Arab, organisasi internasional, hingga faksi-faksi Palestina mengecam keras serangan udara Israel di ibu kota Qatar, Doha, yang menargetkan para pemimpin Hamas.
Serangan pada Senin, 8 September 2025, itu dianggap sebagai pelanggaran serius hukum internasional dan ancaman langsung terhadap kedaulatan Qatar.
PBB dan Liga Arab Mengecam
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyebut serangan Israel di Doha sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Qatar.”
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit juga menyampaikan kecaman keras. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap bangunan tempat tinggal di Doha merupakan eskalasi berbahaya yang dapat memperluas konflik regional.
Kecaman dari Negara-Negara Arab dan Islam
Kemarahan serupa datang dari berbagai negara di kawasan.
- Iran menyebut serangan Israel sebagai pelanggaran Piagam PBB dan ancaman terhadap kedaulatan Qatar.
- Arab Saudi memperingatkan “konsekuensi serius” jika Israel terus melanjutkan agresinya.
- Uni Emirat Arab menilai serangan itu sebagai tindakan terang-terangan terhadap Doha.
- Oman dan Aljazair menyatakan solidaritas penuh kepada Qatar, mengecam tindakan yang disebut “agresi brutal.”
- Yordania mengecam pemboman tersebut dengan tegas, menyebutnya melanggar hukum internasional.
- Turki menyatakan dukungan untuk Qatar dan mengecam serangan yang dinilai pengecut.
- Irak, Kuwait, dan Lebanon juga menyampaikan kecaman, dengan Presiden Lebanon menuding Israel berupaya mengacaukan kawasan.
- Mesir menilai agresi Israel membahayakan upaya perdamaian internasional.
- Dari Palestina, Presiden Mahmoud Abbas menyebut serangan itu sebagai ancaman terhadap keamanan global dan meminta eskalasi segera dihentikan.
- Gerakan Jihad Islam Palestina menilai tindakan Israel sebagai “kriminal” dan bertentangan dengan norma kemanusiaan.
Serangan Menargetkan Delegasi Negosiasi Hamas
Militer Israel, berkoordinasi dengan badan keamanan internal Shin Bet, mengklaim serangan itu ditujukan pada pimpinan senior Hamas di Doha. Channel 12 Israel melaporkan target serangan adalah anggota delegasi Hamas yang sedang membahas proposal gencatan senjata terbaru yang dimediasi Amerika Serikat.
Namun, sumber Hamas mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa seluruh delegasi selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Koresponden Reuters di Doha melaporkan terdengar ledakan keras di distrik Katara, disertai asap membumbung di udara.
Pakar urusan Palestina, Hani al-Dali, menilai serangan itu menunjukkan adanya upaya Israel menjadikan proses negosiasi sebagai bagian dari perang di Gaza. “Tujuannya adalah merusak perundingan dan memperpanjang agresi,” katanya.
Ancaman terhadap Proses Perdamaian
Serangan Israel di Doha ini menambah daftar pola agresi yang dilakukan Tel Aviv bersama Washington ketika perundingan perdamaian berlangsung. Sebelumnya, kedua negara dituding menggunakan strategi serupa saat eskalasi dengan Iran pada Juni lalu.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa serangan ini tidak hanya merusak upaya mediasi gencatan senjata di Gaza, tetapi juga memperburuk ketegangan kawasan dan menimbulkan risiko konflik yang lebih luas di Timur Tengah. []
















































































