ORINEWS.id, ACEH TENGAH — Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelaksanaan Program 2027 di Gayo Petro Hotel, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan universitas, fakultas, lembaga, hingga kepala satuan kerja di lingkungan USK.
Raker mengusung tema “Penguatan Good University Governance, Hilirisasi dan Inovasi Riset”. Kegiatan tersebut menjadi Raker perdana di bawah kepemimpinan Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., sekaligus menjadi momentum untuk merumuskan arah kebijakan universitas ke depan.
Wakil Rektor IV USK, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., dalam sambutannya mengatakan momentum Raker harus dimanfaatkan secara optimal untuk menyusun program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si., mengatakan Raker merupakan momentum penting bagi transformasi universitas. Menurut dia, penguatan tata kelola yang baik atau Good University Governance perlu terus didorong untuk menjawab tantangan era Society 5.0.
“Kita harus terus melakukan inovasi yang akan menjawab tantangan yang terus kita hadapi bersama. Ada lima tantangan utama, yaitu nilai tambah, teknologi dan produktivitas, research-industry gap, talenta, serta kompetisi global,” ujar Safrizal.
Safrizal juga meminta Rektor memberikan apresiasi khusus kepada fakultas dengan pendapatan tertinggi. Menurutnya, langkah tersebut dapat memacu semangat dan kinerja bersama di lingkungan universitas.
Sementara itu, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani menegaskan pentingnya memperkuat daya saing institusi agar mampu berdiri sejajar di tingkat regional maupun internasional.
Menurutnya, untuk menghadapi persaingan global, seluruh elemen kampus harus bergerak dengan standar kualitas yang lebih tinggi. Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan jumlah mahasiswa asing sebagai bagian dari penguatan daya saing USK.
“Asia itu adalah panggung nyata di mana kita harus membuktikan kapasitas akademik dan daya saing kita. Untuk mencapainya, tata kelola membutuhkan perhatian kita semua, di mana fakultas menjadi ujung tombak,” tegas Prof. Mirza.
Dalam kesempatan itu, Prof. Mirza menyampaikan dua instruksi kepada seluruh jajaran sivitas akademika, yakni memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) dan meningkatkan kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
“Saya hanya minta dua hal kepada bapak dan ibu sekalian: penuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) kita, dan tingkatkan kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa,” tambahnya.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., yang turut hadir menyambut baik sinergi antara USK dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
Melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika dan pemangku kepentingan, Raker USK 2027 diharapkan dapat memperkuat tata kelola, inovasi riset, serta daya saing universitas hingga mampu berkiprah lebih jauh di tingkat Asia Tenggara.[]



































































