ORINEWS.id, JAKARTA — Sosok Purbaya Yudhi Sadewa terus menjadi perbincangan di panggung politik Tanah Air setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Purbaya resmi menyerahkan jabatan tersebut kepada Suahasil Nazara pada Selasa (15/9/2026).
Gaya komunikasinya yang direct alias ceplas-ceplos dinilai Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, dapat menjadi daya tarik bagi pemilih pada Pemilu 2029.
Fernando menilai karakter kepemimpinan yang ditunjukkan Purbaya merupakan tipe sosok yang menurutnya disukai masyarakat.
“Gaya ceplas-ceplos eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memang sosok pemimpin yang lebih disukai oleh masyarakat. Itu seperti ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjadi Gubernur DKI Jakarta,” ungkap Fernando Emas kepada Warta Ekonomi.
Dinilai Berpotensi Jadi Magnet Suara Parpol
Menurut Fernando, karakter kuat dan basis dukungan simpatisan yang dimiliki Purbaya dapat menjadi pertimbangan bagi partai politik dalam menghadapi Pemilu 2029.
Ia menilai bukan hanya partai-partai besar, tetapi juga partai politik baru yang masih membutuhkan figur dengan tingkat pengenalan publik dapat mempertimbangkan Purbaya.
Lantas, partai mana yang berpotensi menjadi pilihan politik Purbaya? Dari sejumlah partai yang saat ini berada di DPR RI, Fernando menyebut beberapa kemungkinan.
“Masih sangat mungkin Purbaya bisa digandeng oleh Partai Golkar, PAN, PKB, atau PKS, untuk kemudian dipasangkan dengan kader dari partai lain, seperti dari PDI Perjuangan,” paparnya.
Meski saat ini Purbaya mendapat perhatian publik setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan, Fernando mengingatkan bahwa perkembangan karier politik seseorang juga dipengaruhi oleh dukungan partai dan panggung politik yang tersedia.
Menurut dia, apabila Purbaya tidak segera menentukan kendaraan politiknya, perhatian publik terhadap dirinya dapat berkurang.
“Kalau Purbaya tidak memiliki kendaraan untuk panggung politiknya, maka secara perlahan akan redup dengan sendirinya. Kecuali, para simpatisan Purbaya memang sungguh-sungguh menginginkan ia mengikuti kontestasi Pilpres 2029, lalu secara swadaya membuatkan ‘panggung’ terhadap mantan menteri keuangan tersebut,” tutup Fernando.[]















































































