ORINEWS.id, BANDA ACEH – Pengamat kebijakan publik Dr. Nasrul Zaman menilai pengangkatan Taufik, ST, M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi birokrasi sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Menurut Nasrul, Taufik memiliki pengalaman dan kapasitas yang mendukung tugasnya sebagai pimpinan birokrasi tertinggi di lingkungan Pemerintah Aceh. Ia menilai sosok Taufik matang secara pengalaman, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi birokrasi.
“Pergeseran kepemimpinan di tingkat Sekretariat Daerah Aceh dengan diangkatnya Taufik sebagai Plt Sekda Aceh merupakan angin segar bagi konsolidasi internal birokrasi maupun eksternal antar-lembaga,” kata Nasrul dalam keterangannya.
Nasrul menyebut pengalaman Taufik yang pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Pj Bupati Aceh Tenggara, dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Plt Sekda.
Pengalaman lintas sektor dan wilayah tersebut, menurut dia, dapat mendukung kemampuan Taufik dalam mengelola organisasi serta mengeksekusi kebijakan secara terukur dan transparan.
“Portofolio kepemimpinan Taufik memberikan jaminan akan penguasaan manajemen organisasi yang mumpuni. Pengalaman lintas sektor dan lintas wilayah tersebut mengasah kemampuannya dalam mengeksekusi kebijakan secara presisi, terukur, dan transparan,” ujarnya.
Selain pengalaman birokrasi, Nasrul menilai kemampuan komunikasi dan karakter inklusif Taufik menjadi modal penting dalam menjaga harmonisasi hubungan kerja di lingkungan Pemerintah Aceh.
Menurut dia, komunikasi yang baik antara Sekda dengan jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), pimpinan daerah, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan berpengaruh terhadap stabilitas pemerintahan serta kelancaran pelaksanaan program prioritas.
“Di tengah kebutuhan akan harmonisasi hubungan kerja, personalitas Taufik yang komunikatif dan inklusif menjadi aset vital. Ia merupakan sosok pembawa solusi yang mudah berbaur,” kata Nasrul.
Ia juga menyoroti pengalaman dan jaringan kerja Taufik di tingkat nasional. Menurut Nasrul, jejaring tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat komunikasi antara Pemerintah Aceh dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat.
Koordinasi yang efektif dengan pemerintah pusat dinilai penting, terutama dalam mempercepat akses terhadap program nasional, penyerapan anggaran, serta pelaksanaan proyek strategis yang berkaitan dengan pembangunan Aceh.
“Jaringan kerja yang luas di tingkat nasional akan mempermudah koordinasi penyerapan anggaran nasional dan percepatan proyek strategis di Aceh,” ujarnya.
Nasrul berharap Taufik dapat menjalankan fungsi Sekda sebagai penghubung yang efektif antara kebijakan pimpinan daerah, perangkat birokrasi, dan pemerintah pusat.
Ia juga menilai koordinasi yang baik dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh menjadi faktor penting agar agenda pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan secara efektif.
“Taufik siap menjalankan peran sebagai akselerator pembangunan demi mewujudkan pelayanan publik yang unggul dan mengembalikan wibawa birokrasi Aceh,” kata Nasrul.
Menurutnya, keberhasilan Taufik sebagai Plt Sekda nantinya akan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun komunikasi, menjaga soliditas birokrasi, serta menerjemahkan kebijakan pimpinan daerah ke dalam program kerja yang konkret dan terukur.[]


































































