TERBARU

Ekonomi

Dorong Produktivitas Cabai, Bank Indonesia Perkuat Klaster Petani di Aceh Barat

ORINEWS.id, MEULABOH — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menggelar kegiatan bantuan teknis (bantek) budidaya cabai merah bagi kelompok tani binaan di Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) sebagai wujud komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga pangan daerah melalui penguatan pasokan komoditas pangan strategis.

Cabai merah menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi secara tahunan (year on year/yoy) di Kabupaten Aceh Besar pada Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Bantuan teknis diberikan untuk membekali petani mengenai persiapan dan pengolahan tanah, penanganan hama dan penyakit tanaman, hingga manajemen keuangan usaha tani.

Kegiatan tersebut dihadiri penyuluh pertanian dari kecamatan dan desa binaan serta perwakilan lima kelompok tani binaan Bank Indonesia di Kabupaten Aceh Barat, yakni Sabee Hatee, Hudep Beusaree, Usaha Bersama, Rezeki Tani, dan Alue Bak Jok.

“Kami juga mengajarkan petani cara mengukur unsur hara tanah menggunakan alat Jinawi, sehingga rekomendasi pemupukan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak boros biaya,” jelas praktisi budidaya cabai merah Hafrizal dan Konsultan Pertanian Bank Indonesia Provinsi Aceh Andi Hidayat.

Selain bantuan teknis, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama kelompok tani sebagai kelompok binaan Bank Indonesia.

Melalui komitmen tersebut, para petani diharapkan mencatat keuangan hasil budidaya pertanian secara tertib, mendokumentasikan dan membagikan setiap perkembangan kegiatan, menjalankan rekomendasi teknis dari para narasumber, serta menjaga dan memanfaatkan bantuan sesuai dengan peruntukannya.

Komitmen tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sarana produksi yang diserahkan, sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung oleh petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di Aceh Barat.

“Kami berharap sinergi antara Bank Indonesia, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat, dan kelompok tani ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang berkelanjutan, sekaligus mendorong Aceh Barat menjadi salah satu sentra produksi cabai merah yang kompetitif di Provinsi Aceh,” ujar Asisten Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Musthafa Umar.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh terus mendukung program pengendalian inflasi daerah dengan memperkuat ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan klaster komoditas pangan bersama pemerintah daerah dan kelompok tani binaan.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.