TERBARU

PendidikanNews

Tim Pengabdi USK Berdayakan Santri di Pidie Jaya melalui Diversifikasi Produk Garam

ORINEWS.id, PIDIE JAYA – Tim pengabdian dari Universitas Syiah Kuala (USK) memberdayakan santri di Gampong Meunasah Lancang, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, melalui pengembangan produk turunan garam.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (16/8/2026) itu merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG).

Program bertajuk “Pemberdayaan Petambak Garam Santri melalui Branding Kemasan dan Diversifikasi Sabun Cuci Piring Berbasis Garam” tersebut menyasar santri, guru, serta pengurus Pondok Pesantren Dayah Bustanul Insan.

Kegiatan dipimpin Dr. Vicky Prajaputra, M.Si., dari Fakultas Kelautan dan Perikanan USK, bersama anggota tim Nadia Isnaini, M. Riswan, dan Ulil Amri MC.

Vicky mengatakan, Gampong Meunasah Lancang memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi garam laut. Potensi tersebut juga dikembangkan oleh Pondok Pesantren Dayah Bustanul Insan melalui kegiatan usaha para santri.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan garam tidak hanya sebagai komoditas utama, tetapi juga sebagai bahan baku produk turunan yang memiliki nilai tambah.

“Kondisi ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian untuk mendorong pemanfaatan garam tidak hanya sebagai komoditas utama, tetapi juga sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah,” ujar Vicky.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai formulasi pembuatan sabun cuci piring berbasis garam yang disampaikan Nanda Funna Ledita, S.P.

Tak hanya mendapatkan teori, para santri juga mengikuti praktik langsung pembuatan sabun cuci piring. Kegiatan tersebut dirancang agar peserta memiliki keterampilan teknis yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha.

Selain keterampilan produksi, tim pengabdi USK memberikan pembekalan mengenai manajemen usaha, desain kemasan, dan branding.

Muhammad Rizki Maulana menjelaskan pentingnya desain kemasan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Kemasan yang menarik dinilai dapat memperkuat identitas visual sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai sistem perizinan berusaha dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya untuk merek produk.

Pembekalan tersebut diberikan agar produk yang dikembangkan para santri memiliki legalitas dan identitas usaha yang lebih kuat sehingga berpeluang dipasarkan secara lebih luas.

Ulil Amri MC mengatakan, penerapan teknologi tepat guna dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan santri di Gampong Meunasah Lancang.

“Pemanfaatan garam sebagai bahan baku produk turunan diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha baru bagi masyarakat dan santri, sekaligus mendukung penguatan kapasitas kewirausahaan berbasis potensi sumber daya lokal di Gampong Meunasah Lancang,” jelas Ulil.

Melalui program tersebut, USK berharap pengembangan produk turunan garam dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus mendorong kemandirian dan kewirausahaan di lingkungan pesantren.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.