ORINEWS.id, BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Mubadala Energy (South Andaman) RSC Ltd. yang mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kesejahteraan mahasiswa, riset, hingga penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan industri migas.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Mini Rektor USK, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (6/8/2026).
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, mengatakan pihaknya terus berupaya memperluas akses pendidikan yang inklusif melalui berbagai program bantuan pendidikan dan penyediaan fasilitas penunjang bagi mahasiswa.
Menurut dia, USK telah memiliki sejumlah skema beasiswa, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), yang ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Banyak mahasiswa yang dapat dibantu melalui program KIP-K. Selain itu, kami juga terus berupaya memperkuat fasilitas asrama mahasiswa agar mereka dapat belajar dengan lebih nyaman,” kata Mirza.
Selain penguatan aspek akademik, USK juga tengah mengembangkan program inkubasi bisnis mahasiswa sebagai wadah pembelajaran kewirausahaan sekaligus sumber pendanaan untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa.
“Kami ingin membangun bisnis inkubasi yang menghasilkan. Keuntungan dari usaha tersebut nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu mahasiswa. Banyak mahasiswa kami berasal dari berbagai daerah sehingga dukungan seperti ini sangat penting,” ujarnya.
Mirza menambahkan, USK memiliki sumber daya manusia yang kompeten di berbagai bidang, termasuk sektor energi dan perminyakan. Potensi tersebut, kata dia, siap dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan industri melalui kontribusi dosen maupun mahasiswa.
“Kami memiliki banyak profesor dan tenaga ahli di berbagai disiplin ilmu. Saat ini kami juga sedang mendokumentasikan kepakaran para profesor USK sehingga ketika dibutuhkan oleh mitra industri, kompetensi tersebut dapat segera dimanfaatkan,” katanya.
Ia juga menilai pengalaman USK dalam mendukung berbagai program pembangunan di Aceh, mulai dari penanganan kebencanaan, pelayanan kesehatan, Rumah Amal, hingga pengabdian kepada masyarakat, menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Sementara itu, Vice President Finance and IT Mubadala Energy (South Andaman) RSC Ltd., Kikie Sujoto, mengapresiasi sambutan yang diberikan USK. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi guna merealisasikan berbagai peluang kerja sama.
Menurut Kikie, salah satu bentuk kolaborasi yang dibahas adalah dukungan terhadap pengembangan fasilitas mahasiswa, termasuk pembangunan tower asrama, serta kerja sama lain yang melibatkan kapasitas akademik dan keahlian yang dimiliki USK.
“Kami siap terus berkomunikasi dan berkoordinasi. Berbagai peluang kerja sama akan kami tindak lanjuti bersama USK agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Kikie.
Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi di bidang pengembangan SDM, pendidikan, riset, peningkatan kapasitas mahasiswa, hingga keterlibatan sivitas akademika USK dalam mendukung program sosial dan pengembangan masyarakat yang dijalankan Mubadala Energy di Aceh.
Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis USK, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc. Dari pihak SKK Migas dan Mubadala Energy hadir Superintendent Social Investment Ruly Bernaputra serta Officer CSR Rahmatillah.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan audiensi dari Mubadala Energy untuk membahas potensi kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia di Aceh.[]












































































