ORINEWS.id, JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) memperkuat dukungannya terhadap Gerakan Nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui pelaksanaan Operasi ODOL secara rutin di ruas-ruas tol yang dikelolanya. Upaya tersebut menjadi bagian dari kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) yang bertujuan meningkatkan kepatuhan terhadap aturan dimensi dan muatan kendaraan.
Program itu juga sejalan dengan semangat “Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri” yang diusung Kementerian Perhubungan dalam mendorong sistem transportasi nasional yang lebih aman dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan kendaraan ODOL masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan jalan tol karena meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus mempercepat kerusakan infrastruktur.
“Kendaraan ODOL tidak hanya melanggar ketentuan yang berlaku, tetapi juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Hamdani dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
Menurut dia, kendaraan yang melebihi batas dimensi dan muatan juga memberikan tekanan lebih besar terhadap perkerasan jalan, jembatan, serta struktur pendukung lainnya sehingga dapat mengurangi umur layanan infrastruktur jalan tol.
Karena itu, kepatuhan terhadap regulasi ODOL dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Jaring 1.280 Kendaraan
Hutama Karya mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2026, Operasi ODOL telah memeriksa sebanyak 1.280 kendaraan angkutan barang di berbagai ruas tol yang dikelola perusahaan.
Dari jumlah tersebut, 775 kendaraan dinyatakan memenuhi ketentuan dimensi dan muatan. Sementara 505 kendaraan terindikasi melanggar aturan ODOL sehingga ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Operasi tersebut dilakukan bersama Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Pengawasan dilakukan di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera dan ruas lain yang dikelola Hutama Karya, di antaranya Tol Binjai–Langsa, Indrapura–Kisaran, Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, Pekanbaru–XIII Koto Kampar, Palembang–Indralaya, Indralaya–Prabumulih, Terbanggi Besar–Kayu Agung, Bengkulu–Taba Penanjung, Pekanbaru–Dumai, Betung–Jambi, Sigli–Banda Aceh, Padang–Sicincin, JORR Seksi S, serta Akses Tanjung Priok.
Sistem WIM Deteksi 342.748 Kendaraan
Selain operasi lapangan, Hutama Karya juga memperkuat pengawasan melalui penerapan teknologi Weigh in Motion (WIM) yang mampu mendeteksi kendaraan yang diduga melanggar ketentuan dimensi maupun muatan tanpa harus menghentikan laju kendaraan.
Selama periode Januari hingga Juli 2026, sistem tersebut mengidentifikasi 342.748 kendaraan angkutan barang yang terindikasi tidak memenuhi ketentuan dimensi dan/atau muatan.
“Pengawasan terhadap kendaraan ODOL melalui Operasi ODOL maupun sistem WIM bukan semata-mata merupakan bentuk penegakan kepatuhan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan serta keandalan layanan jalan tol,” kata Hamdani.
Imbau Pelaku Logistik Patuhi Aturan
Hutama Karya mengimbau seluruh pelaku usaha angkutan barang, perusahaan logistik, dan pengemudi truk untuk memastikan kendaraan yang dioperasikan memenuhi ketentuan dimensi dan batas muatan sesuai regulasi.
Perusahaan juga mengingatkan seluruh pengguna jalan tol agar mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan lajur sesuai peruntukannya, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.
Sebagai bagian dari kampanye SETUJU, Hutama Karya terus melakukan edukasi mengenai bahaya kendaraan ODOL melalui berbagai media, seperti Variable Message Sign (VMS), spanduk, media sosial, media massa, siaran pers, hingga pengumuman di gerbang tol dan rest area.
Hutama Karya juga menyediakan aplikasi Mozy yang memuat informasi tarif tol, kondisi lalu lintas melalui CCTV, lokasi rest area dan SPBU, rekomendasi kuliner, hingga fitur tombol darurat (SOS) bagi pengguna jalan.[]















































































