ORINEWS.id – Amerika Serikat (AS) meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di sektor maritim melalui program modernisasi pelabuhan. Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (USTDA) membawa delegasi Indonesia ke AS untuk mempelajari teknologi pelabuhan terbaru sekaligus menjajaki peluang investasi di bidang logistik dan infrastruktur maritim.
Berdasarkan pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa (4/8/2026), program tersebut berlangsung pada 1–14 Agustus 2026 dan diikuti 18 delegasi yang terdiri atas pejabat pemerintah serta pelaku industri maritim Indonesia.
Selama kunjungan, delegasi dijadwalkan mengunjungi Washington DC, Houston, Texas, dan Los Angeles, California. Mereka akan bertemu dengan sejumlah perusahaan Amerika Serikat serta menyaksikan demonstrasi berbagai teknologi yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan.
Teknologi yang diperkenalkan meliputi modernisasi infrastruktur pelabuhan, digitalisasi rantai pasok, peningkatan sistem logistik maritim, integrasi pelabuhan dengan kawasan industri, hingga solusi keamanan siber.
Delegasi Indonesia juga akan meninjau langsung operasional Pelabuhan Baltimore, Pelabuhan Houston, dan Pelabuhan Los Angeles guna mempelajari implementasi teknologi tersebut serta berdiskusi dengan otoritas pelabuhan setempat mengenai pengelolaan infrastruktur maritim modern.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, USTDA menggelar forum business matchmaking di Washington pada 4 Agustus 2026. Forum tersebut mempertemukan perusahaan-perusahaan AS dengan delegasi Indonesia untuk membahas peluang kerja sama komersial serta mempresentasikan solusi teknologi yang dapat diterapkan di pelabuhan-pelabuhan Indonesia.
USTDA menilai modernisasi pelabuhan menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya volume perdagangan yang memberikan tekanan terhadap kapasitas infrastruktur logistik nasional.
“Indonesia saat ini tengah mencari berbagai teknologi guna meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan, memperkuat ketahanan rantai pasok, sekaligus mentransformasi sektor maritim menjadi pusat logistik yang terintegrasi secara global,” demikian pernyataan USTDA, dikutip dari CNBC.
Lembaga tersebut juga menyatakan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat memiliki berbagai solusi untuk mendukung transformasi tersebut, mulai dari sistem otomatisasi, digitalisasi, hingga teknologi keamanan siber yang dirancang untuk operasional pelabuhan modern.
Melalui program ini, AS berharap dapat memperluas kemitraan strategis dengan Indonesia di sektor maritim sekaligus membuka peluang investasi dan transfer teknologi guna mendukung pengembangan infrastruktur pelabuhan nasional.[]
















































































