ORINEWS.id – Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).
Predikat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 224/AK.03.05/2026 tertanggal 28 Juli 2026. Berdasarkan sertifikat yang diterbitkan LAMSPAK, status Akreditasi Unggul berlaku sejak 12 Mei 2026 hingga 12 Mei 2031.
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., mengatakan capaian tersebut menjadi indikator semakin kuatnya budaya mutu di lingkungan kampus, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Akreditasi Unggul ini bukan sekadar peningkatan status, tetapi menunjukkan bahwa proses pendidikan, tata kelola, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Program Studi Kesejahteraan Sosial telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan lembaga akreditasi,” kata Mujiburrahman.
Ia mengapresiasi kontribusi seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para mitra yang terlibat dalam proses peningkatan kualitas program studi tersebut.
Menurutnya, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh program studi di lingkungan UIN Ar-Raniry untuk terus meningkatkan kualitas akademik, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.
Saat ini, dari 59 program studi yang dimiliki UIN Ar-Raniry, sebanyak 39 program studi telah meraih predikat Akreditasi Unggul. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan daya saing institusi melalui penguatan mutu akademik.
Lonjakan dari Akreditasi Baik ke Unggul
Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry, Teuku Zulyadi, M.Kesos., Ph.D., mengatakan predikat Akreditasi Unggul menjadi tonggak penting bagi program studi yang baru berdiri pada 2018.
Ia menjelaskan, dua tahun setelah memperoleh izin pendirian, program studi tersebut mendapatkan akreditasi perdana dengan peringkat Baik. Pada 2026, status tersebut meningkat langsung menjadi Unggul.
“Program Studi Kesejahteraan Sosial memperoleh izin pendirian pada 2018. Dua tahun kemudian, program studi ini mendapatkan akreditasi perdana dengan peringkat Baik. Pada 2026, kami berhasil meningkatkan status akreditasi langsung menjadi Unggul,” ujar Zulyadi.
Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama sivitas akademika melalui penguatan kurikulum, tata kelola, kualitas pembelajaran, serta pengembangan sumber daya manusia.
Fokus pada Kebencanaan dan Kemanusiaan
Zulyadi menuturkan, salah satu keunggulan Program Studi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry adalah dukungan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian, termasuk profesor dan doktor yang aktif dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain menjadi satu-satunya Program Studi Kesejahteraan Sosial di Aceh, program tersebut juga memiliki kekhasan dalam pengembangan kompetensi lulusan di bidang kebencanaan dan isu-isu kemanusiaan.
“Salah satu profil lulusan kami adalah pekerja sosial internasional yang memiliki kompetensi pada bidang kebencanaan dan penanganan pengungsi lintas negara. Kurikulum kami dirancang untuk menjawab kebutuhan global sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam isu-isu kemanusiaan,” katanya.
Ia menambahkan, pengalaman Aceh dalam menghadapi berbagai bencana dan persoalan kemanusiaan menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik maupun praktik lapangan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.[]












































































