TERBARU

Pendidikan

BPJS Kesehatan Goes to Campus, USK Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Kesehatan

ORINEWS.id – Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh menggelar sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan “BPJS Kesehatan Goes to Campus” di Banda Aceh, Selasa, 17 Juni 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Rina Suryani Oktari, di Aula FMIPA USK.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 250 mahasiswa terpilih dari Program Studi Pendidikan Dokter, Pendidikan Dokter Gigi, Keperawatan, Psikologi, dan Farmasi.

Dalam sambutannya, Rina Suryani Oktari menegaskan bahwa pemahaman mengenai sistem jaminan kesehatan nasional merupakan bagian penting dari kompetensi mahasiswa, terutama di bidang kesehatan yang akan berperan langsung dalam pelayanan dan edukasi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami peran strategis Program JKN dalam mewujudkan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Rina.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga pemahaman terhadap kebijakan kesehatan nasional. Menurut dia, hal tersebut penting untuk membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap sistem kesehatan nasional.

Rina berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap Program JKN sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berkontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan program tersebut.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

“Mahasiswa diharapkan dapat menjadi pelopor perilaku hidup sehat, mendukung kegiatan promotif dan preventif, memperluas edukasi mengenai hak dan kewajiban peserta JKN, serta berkontribusi melalui riset dan inovasi yang mendukung penguatan sistem kesehatan nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rina mengapresiasi BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh atas kolaborasi yang terus terjalin dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi kesehatan generasi muda.

“Sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga penyelenggara layanan kesehatan sangat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan berwawasan kebijakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Mahyuddin, memaparkan materi mengenai Program JKN dan perkembangan implementasinya di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa JKN dibangun berdasarkan prinsip gotong royong.

“Di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, dan peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu sehingga seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang berkeadilan,” ujar Mahyuddin.

Ia juga menjelaskan berbagai aspek Program JKN, mulai dari prinsip dasar jaminan kesehatan sosial, mekanisme pembiayaan kesehatan, pengelolaan risiko, hingga sistem pelayanan kesehatan berjenjang. Mahyuddin menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui partisipasi aktif peserta dan pemanfaatan layanan sesuai prosedur.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai manfaat layanan kesehatan yang dijamin JKN, layanan yang tidak termasuk dalam cakupan, program skrining kesehatan, serta upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada data pemanfaatan layanan JKN yang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut, serta pentingnya penguatan layanan kesehatan primer sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.

Selain itu, sosialisasi juga memperkenalkan inovasi layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN. Fitur yang disampaikan meliputi skrining riwayat kesehatan, konsultasi dokter daring, antrean online fasilitas kesehatan, informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit, pencarian fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, hingga layanan pengaduan peserta secara digital. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.