TERBARU

InternasionalNews

Iran Serukan ‘Perang’ Budaya dan Ekonomi Usai Klaim Kemenangan Militer

ORINEWS.id – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan negaranya memasuki babak baru perjuangan dengan menekankan penguatan sektor budaya dan ekonomi setelah mengklaim kemenangan militer atas Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pesan yang dirilis bertepatan dengan Hari Buruh Internasional dan peringatan Hari Guru Nasional Iran pada 2 Mei 2026, Mojtaba menyebut guru dan pekerja sebagai pilar utama kemajuan negara.

“Guru akan menjadi mata rantai paling berpengaruh dalam pertempuran budaya, sementara pekerja adalah elemen paling efektif dalam pertempuran ekonomi,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan militer yang dibangun selama puluhan tahun harus diimbangi dengan ketahanan domestik, terutama melalui pendidikan dan produktivitas industri.

Menurut dia, peran pendidik sangat menentukan dalam membentuk identitas generasi masa depan, sementara keberlangsungan ekonomi negara bertumpu pada para pekerja di sektor industri.

Dalam pesannya, Mojtaba juga memberikan arahan kepada pemerintah dan pelaku usaha agar memberikan dukungan nyata kepada pekerja, tidak hanya sebatas penghargaan simbolik.

Ia meminta pengusaha menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK), bahkan dalam kondisi ekonomi yang sulit.

“Anggaplah setiap pekerja sebagai sumber kekayaan bagi operasi Anda,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap tenaga kerja lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Mojtaba juga menyampaikan pesan keras terkait perlindungan aset strategis negara, termasuk teknologi nuklir dan sistem persenjataan.

Ia menyebut sekitar 90 juta warga Iran telah bersatu untuk menjaga kapasitas teknologi nasional, mulai dari bidang nano, bioteknologi, hingga nuklir dan rudal.

“Masyarakat Iran menganggap semua kapasitas teknologi sebagai aset nasional yang harus dilindungi, sebagaimana menjaga perbatasan darat, laut, dan udara,” ujarnya, seperti dikutip dari Tasnim News.

Dalam konteks regional, Iran juga menyampaikan rencana penerapan kerangka hukum baru dalam pengelolaan Selat Hormuz guna menjamin keamanan kawasan.

Mojtaba menegaskan bahwa masa depan kawasan Teluk Persia, menurut pandangan Iran, tidak lagi melibatkan kehadiran militer asing, khususnya dari Amerika Serikat.

Ia menyebut strategi “Iran Kuat” akan menjadi fondasi bagi terbentuknya tatanan regional baru di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.